Tanker Bermuatan 253 Ton Solar Kencing di Laut Ditangkap TNI AL

Dugaan penyelundupan minyak mentah kembali terungkap. Kapal patroli TNI Angkatan Laut menangkap sebuah

Tanker Bermuatan 253 Ton Solar Kencing di Laut Ditangkap TNI AL
Tribun Batam/M Ikhsan
MT Mascot II 

Laporan Tribunnews Batam, M ikhsan

BANGKAPOS.COM, NATUNA - Dugaan penyelundupan minyak mentah kembali terungkap. Kapal patroli TNI Angkatan Laut menangkap sebuah kapal tanker berbendera Mongolia, MT Mascot II, sedang "kencing" di perairan Natuna.

Saat ini, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai masih mendalami kasus tanker yang diduga menjual ratusan ton minyak ilegal tersebut.

Kapal ini disinyalir menjual solar ilegal kepada kapal-kapal asing yang lewat di perairan Laut Cina Selatan. Di kapal ini ditemukan 253 ton solar.

Komandal Lanal Ranai, Kolonel (P) Arif Badrudin menyebutkan, pihaknya kini mencari titik terang asal solar muatan tanker itu dan sudah berapa lama mereka menjual ke kapal asing.

Kendati berbendera Mongolia, seluruh anak buah kapal (ABK) kapal itu warga negara Indonesia. Agen pelayaran tanker itu diketahui dari Batam.

"Kami sedang mengembangkan penyidikan untuk mengetahui asal solar yang mereka tampung dan kepada siapa saja mereka menjualnya. Hal ini yang akan kita lacak. Kita juga beritahukan kepada pemilik kapal lain yang bertransaksi di laut. Mereka pasti dirugikan oleh aksi komplotan yang merugikan negara ini," sebut Arif, Kamis (1/10/2015).

MT Mascot II kini tersandar di dermaga rakyat Penagi, di bawah pengawasan Pos TNI AL.

Tangki dan penyimpanan minyak kapal ini sudah disegel dengan garis kuning Polisi Militer Angkatan Laut.

Pihaknya mencurigai kapal ini sudah sering melakukan aktiviitas tersebut. Soalnya, kapal itu memang seperti dimodifikasi untuk itu.

Selain itu, ABK kapal saat diperiksa mengakui mereka sudah sering melakukan praktik itu. Mereka menampung minyak dari kapal-kapal kecil, kemudian menjualnya ke kapal yang melewati di perairan Natuna.

Kapal ini sebelumnya diamankan KRI Silas Papare-386 di barat daya Pulau Laut yang berbatasan dengan Vietnam pada 10 Agustus lalu. Kapal beserta barang bukti 253 ton BBM High Speed Diesel (solar) kemudian diamankan.

"Kapal ini dicurigai melakukan aktivitas ilegal, menampung BBM dari kapal yang kencing minyak di laut dan menjualnya kepada kapal-kapal asing secara ship to ship," jelas Arif.(TRIBUNNEWSBATAM.COM/*)

Editor: Hendra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved