Manchester City vs Newcastle United: Pellegrini Tak akan Jumawa

TAK terlalu hiperbolik, karena faktanya, kedua tim dalam kondisi yang berbeda teramat jauh. Posisi di klasemen sementara sudah

Manchester City vs Newcastle United: Pellegrini Tak akan Jumawa
PAUL ELLIS / AFP
Manajer Manchester City Manuel Pellegrini menyaksikan anak-anak didiknya melakoni pertandingan Premier League melawan Manchester United, di Old Trafford, Selasa (25/3/2014). 

Bak raksasa kontra si kerdil. Itulah gambaran kalangan media dan pengamat sepak bola di Inggris ketika melihat partai yang bakal tersaji di Etihad Stadium, Sabtu (3/10) malam. Pertemuan Manchester City kontra Newcastle United, dalam lanjutan Premier League 2015/2016, memang dianggap tak seimbang.

TAK terlalu hiperbolik, karena faktanya, kedua tim dalam kondisi yang berbeda teramat jauh. Posisi di klasemen sementara sudah menggambarkan perbedaan kualitas keduanya.

Tak heran, Manchester City diprediksi bakal menang mudah saat menjamu The Magpies, yang kini berada di peringkat 19 klasemen sementara.

Tuan rumah layak jemawa, karena situasi yang saat ini terjadi di kubu tim tamu tergolong sangat memprihatinkan. Kehadiran Manajer Steve McClaren, yang menggantikan peran Alan Pardew, tak berbuah manis.

Begitu juga dengan kehadiran beberapa pemain anyar, yang notabene memiliki kualitas bagus, tapi ternyata melempem.

Alhasil, nama-nama seperti Georginio Wijnaldum, Aleksandar Mitrovic, Chancel Mbemba, dan Florian Thauvin, hanya sebatas 'sempat memberi asa'.

Kini, McClaren dan anak asuhnya justru menjadi bulan-bulanan lawan. Situasi tersebut jelas menjadi benefit luar biasa bagi Manchester City.

Apalagi, secara statistik, armada Manuel Pellegrini tak pernah kalah dalam 17 pertemuan terakhir di Premier League kontra Newcastle United.

"Boleh saja Newcastle dipandang sebelah mata, tapi itu bukan kami yang melakukannya. Pasukanku harus tetap bekerja keras, karena apapun bisa berubah di lapangan. Tak ada tim lemah sebelum kami benar-benar bisa menaklukkannya dalam 90 menit," tutur Pellegrini, di Manchester Evening News, Jumat (2/10).

Ucapan sang arsitek mengacu pada kejutan yang kerap dilakukan Newcastle United musim ini. The Toon Army mampu tampil alot ketika melawan tim-tim besar. Lihat saja hasil laga kontra Manchester United, Chelsea dan Arsenal.

Bersua Setan Merah, mereka bermain imbang 2-2. Begitu juga saat lawan The Blues dengan hasil akhir 1-1. Kala bertemu Arsenal, mereka memang kalah, namun hanya kalah tipis 0-1. Berlatar itulah, jika tak hati-hati, Manchester City juga bisa gagal meraih poin maksimal.

Beruntung, kekuatan tim tamu terbilang timpang. Steve McClaren harus kehilangan beberapa pemain kunci seperti Papiss Demba Cisse, Steven Taylor, Emmanuel Riviere, Curtis Good hingga Cheick Tiote. Selain itu, Rolando Aarons, Paul Hummett dan Massadio Haidara masih diragukan bisa tampil. (tribunnews.om/bud)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved