Aik Keritak Diserbu Warga

Menjunjung rasa kebersamaan dan gotong royong masyarakat Desa Keretak dari anak - anak sampai orangtua masih berdiri tegak ditengah krisis air

Aik Keritak Diserbu Warga
Ist
Warga gotong royong di Aik Keritak, Desa Keretak Kabupaten Bangka Tengah.

Citizen Reporter, Juwadi (Pemuda Desa Keretak)

KEMARAU panjang saat ini membuat resah masyarakat di Pulau Bangka, khususnya di Desa Keretak Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah sungai, kolong dan sumur sudah banyak yang kering, membuat warga menyerbu "Aik (air) Keritak" untuk bergotong royong bersama, Jumat (2/10/2015).

Kolam ini memang digunakan sebagai MCK warga desa Keretak. Akan tetapai saat ini kondisinya mulai kering banyak dipenuhi tumbuhan air seperti keramun, rambiak, lalang, keladi, genjer dan tumbuhan air lainnya.

"Mulai ba'da Salat Jum'at tadi kami langsung menuju Aik Keritak untuk bersih - bersih sampah, tumbuhan air yang ada di air, agar nanti bisa digunakan kembali oleh warga, saat sekarang air sulit untuk didapatkan maka kami bergotongroyong membersihkan, seluruh lapisan masyarakat ikut dalam kegiatan positif ini mulai dari anak - anak, pemuda - pemudi, amang - amang, bik - bik sampai nenek pun ikut andil," kata Amang Cong.

Menjunjung rasa kebersamaan dan gotong royong masyarakat Desa Keretak dari anak - anak sampai orangtua masih berdiri tegak ditengah krisis air saat ini.

"Senang pacak (bisa) ikut bersih - bersih aik (air) ne, men bersih dirik (saya) lah segar a" kata Nek Mar tersenyum sambil tersipu malu saat ditanya.

Sekali gayung dua tiga pulau terlampaui, begitulah pribahasa yang sesuai dengan tindakan Bik Tini, begitu antusias membersihkan aik keritak.

"Kami sering membersihkan air ini, namun kali ini suasana yang berbeda karena musim kemarau, jadi moment ini kami manfaatkan untuk ngambil genjer untuk dimasak dan rasanya enak, biasanya tumis tauco" kata Bik Tini warga Desa Keretak.

Di tengah - tengah aktivitas pembersihan sungai ini ada juga warga yang memanfaatkannya untuk mencari ikan dengan Listrik (Nyentrum), yaitu Amang Ismail.

"Kini musim kering, aik lah mulai susah, kami berharap pemerintah bisa melirik kampong kami, biar aik keritak ni pacak di gali pakai excavator jadi tambah dalam aik pun bertambah" harapan Bik As warga desa Keretak.

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved