Mantan DPRD Pangkalpinang Dieksekusi Kejari Tanpa Disaksikan Anak Istri

Agus Aprida, akhirnya digiring petugas Kejari Pangkalpinang ke Lembaga permasyarakatan (Lapas) Tuatunu menyusul keluarnya putusan MA

Mantan DPRD Pangkalpinang Dieksekusi Kejari Tanpa Disaksikan Anak Istri
Bangka Pos / Ryan Agusta
Agus Aprida (baju kuning hitam) mantan anggota DPRD Kota Pangkalpinang periode 1999-2004 

PANGKALPINANG, BN -- Satu lagi mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang periode 1999-2004 dieksekusi pihak kejaksaan.

Agus Aprida, akhirnya digiring petugas Kejari Pangkalpinang ke Lembaga permasyarakatan (Lapas) Tuatunu menyusul keluarnya putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA-RI).

Mengenakan T-Shirt motif garis-garis kuning hitam, Agus berjalan di antara dua petugas Kejari Pangkalpinang meninggalkan kantor Kejari Pangkalpinang, Senin (5/10) siang.

Ia menutup wajahnya menggunakan kertas koran yang digulung sembari bergegas masuk ke dalam mobil tahanan.

Bangka Pos Group sempat menemuinya saat berada di ruang pemeriksaan Pidana Khusus, Kejari Pangkalpinang. Ia mengaku datang sendiri ke kantor Kejari Pangkalpinang sejak pukul 08.00 wib.

"Dak tahu ngapalah (mau apalagi) ya saya terima putusannya seperti ini," ujarnya.

Agus mengaku datang ke kantor Kejari Pangkalpinang tanpa didampingi penasihat hukumnya maupun keluarganya. Ia tak mau pelaksanaan eksekusi terhadapnya disaksikan langsung oleh keluarga tercintanya.

"Biarlah ku dieksekusi tanpa disaksikan keluarga termasuk istri dan anak-anaku," kata Agus yang mengaku saat ini telah memiliki dua orang anak yang saat ini berstatus pelajar SD dan SMP.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) kota Pangkalpinang, Samsudin mengatakan mantan anggota DPRD kota Pangkalpinang itu dieksekusi terkait perkara kasus gratifikasi.

"Sesuai surat putusan kasasi dari MA yang kami terima untuk melakukan eksekusi terhadap seorang mantan anggota dewan itu," kata Samsudin.

Ia menambahkan surat putusan MA yang diterima pihaknya tersebut tertera surat putusan dikeluarkan justru pada tahun 2014 lalu. Ia memyebut masih ada dua orang lagi mantan anggota dewan periode tersebut masih menunggu putusan dari MAuntuk dieksekusi. (rap)

Simak berita lengkapnya di Harian Pagi Babel News, edisi Selasa, 6 Oktober 2015

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved