Gara-gara Suara Klakson, Sopir Angkot Ditusuk Sopir Ekspedisi

Hanya karena membunyikan klakson, seorang sopir angkot yang beroperasi di Jambi Timur menderita luka tusukan

Gara-gara Suara Klakson, Sopir Angkot Ditusuk Sopir Ekspedisi
TRIBUNJAMBI/MUZAKKIR
Ediyar (32) sopir ekspedisi diamankan anggota Polsek Jambi Timur karena menusuk sopir angkot. Gambar diambil pada Rabu (14/10). 

JAMBI, BN - Hanya karena membunyikan klakson, seorang sopir angkot yang beroperasi di Jambi Timur menderita luka tusukan. Kini, korban masih dalam perawatan tim medis.

Ceritanya, korban atas nama Imam Onanda (25) sopir oplet merah dan tersangka Ediyar (32) sopir ekspedisi sedang dalam perjalanan dari arah lampu merah simpang gado-gado ke arah jalan baru, Selasa (13/10).

Namun di tengah jalan, oplet itu berhenti. Dari belakang, tersangka mengklakson korban berkali-kali. Tak terima diklakson, sopir oplet itu ngamuk dan memukul mobil serta kepala sopir ekspedisi.

Setelah memukul, datang anggota polisi yang mengatur lalu lintas melerai dan membubarkan keributan itu. Setelah bubar dan sopir ekspedisi lari, rupanya sopir angkot bersama rekannya mengejar pelaku. Namun lagi-lagi keributan berhasil dilerai anggota kepolisian.

Sopir ekspedisi kembali lari, namun yang ketiga ini dia melawan dan mengambil senjata tajam jenis mata tombak dan langsung menusuk perut dan tangan sopir angkot itu hingga beberapa kali.

"Aku ngelakson dio kerno orang di belakang aku ngelakson aku. Trus dio ngamuk dan mukul aku, laju aku tikam dio," kata Ediyar di Mapolsek Jambi Timur.

Menurut Ediyar, kejadian ini bukan kesengajaan melainkan karena terpaksa. Sebab dia mengaku di bawah tekanan dan berdalih menjaga diri.

"Aku dikeroyok. Jadi aku ambil pisau itu di belakang jok, aku tusuk ke perut dio. Sudah itu aku lari," kata Ediyar.

Beberapa jam setelah kejadian, Polsek Jambi Timur yang sudah mengantongi identitas pelaku langsung bergerak cepat mengamankan pelaku. Sementara korban dilarikan ke rumah sakit oleh warga dan teman korban.

"Pelakunya sudah kita amankan. Pengakuannya ia melakukan penikaman karena terpaksa dan di bawah tekanan," kata Kanit Reskrim Polsek Jambi Timur Ipda M Rafisal.

Meski demikian, pihak kepolisian akan menggali lebih dalam lagi soal kasus ini. Saksi-saksi dan korban akan dimintai keterangan. Atas kejadian itu, pelaku terancam hukuman di atas 5 tahun penjara. (Tribun Jambi)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved