Hadang Pemalak Bripka Zaidun Hampir Ditikam

Komplotan preman pemalak yang meresahkan para sopir lintas Trans Subur Kecamatan Muaralakitan, Musirawas, dibekuk.

Hadang Pemalak Bripka Zaidun Hampir Ditikam
www.ugland.us
Ilustrasi preman

MUSIRAWAS, BN - Komplotan preman pemalak yang meresahkan para sopir lintas Trans Subur Kecamatan Muaralakitan, Musirawas, dibekuk.

Petugas menangkap para pemalak saat mereka sedang beraksi memeras sopir 5 mobil tronton milik PT Pertamina, Senin (12/10) tengah malam.

Saat beraksi komplotan pemalak ini mengancam para sopir menggunakan senjata tajam dan senjata api. Mereka memaksa meminta uang kepada para sopir sebesar Rp 1 juta per mobil.

Apabila para sopir tidak memberikan uang jalan atau uang jatah tersebut, maka para sopir tidak boleh melintasi jalan di wilayah Trans Subur.

"Ada lima mobil yang dicegat dan dimintai uang per mobil Rp 1 juta. Kemudian sopir bel ke Polsek dan menyebut bahwa orang yang mencegat mereka membawa senjata api rakitan. Mendapat informasi tersebut, anggota kemudian turun ke lapangan," ungkap Kapolres Musirawas AKBP Herwansyah Saidi, Rabu (14/10).

Saat tiba di lokasi, petugas melakukan pendekatan secara persuasif lalu memeriksa dan menggeledah para pemalak.

Namun, seorang dari rombongan pemalak bernama Yong, warga Muaralakitan melawan dan hendak menikam Bripka M Zaidun, anggota Polsek Muaralakitan.

Melihat kejadian itu, kapolsek dan anggota meletuskan tembakan peringatan sehingga membuat rombongan preman banyak yang lari.

Saat itu, anggota berhasil menangkap seorang dari rombongan preman tersebut, yaitu Yudi. Dia kedapatan membawa senjata api rakitan laras pendek yang diselipkan di pinggang. Senpi rakitan tersebut berisi 5 butir peluru aktif.

Pagi harinya, anggota Polres Musirawas mendatangi lokasi kejadian dan menemukan tiga orang yang membawa senjata tajam dan satu orang membawa gunting di pos tempat mereka mangkal.

Keempatnya dibawa ke Polres. Pria yang bawa gunting dilepaskan, sedangkan tiga orang yang membawa sajam diproses.

"Jadi tersangkanya empat orang ditambah pelaku yang membawa senjata api," kata kapolres.

Kapolres mengatakan aksi kelompok pemeras ini sudah sangat meresahkan masyarakat dan sopir. Temuan di lapangan, sedikitnya ada 7 pos yang jadi tempat mangkal kelompok pemalak. Kini, pos-pos yang ada di sepanjang jalan Kecamatan Muaralakitan itu dipasang police line.

"Pos di lokasi pemerasan sopir Pertamina itu sudah kita bersihkan. Kita menghimbau kepada pihak kepala desa dan kecamatan, supaya pos-pos yang ada ditertibkan karena meresahkan masyarakat," kata Kapolres. (Tribun Sumsel)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved