Direktur PDAM Berang, Pipa Air Kembali Bocor Terkena Alat Berat

Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir berang

Direktur PDAM Berang, Pipa Air Kembali Bocor Terkena Alat Berat
iST
Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir, bersama teknisi PDAM saat memperbaiki kebocoran pipa di depan SDN Kenanga beberapa waktu lalu. (ist)

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir berang karena alat berat milik PT Cakra yang melakukan pelebaran jalan Sungailiat-Parit Padang sudah terlalu sering terkena jaringan pipa PDAM sehingga bocor.

Bahkan Welly panggilan akrab Wellindra mengaku, sudah bosan karena teknisi PDAM termasuk dirinya turun langsung untuk memperbaiki kebocoran pipa tersebut. Mereka harus pontang-panting bekerja siang dan malam memperbaiki pipa yang bocor karena pelanggan PDAM sudah berteriak tak mendapatkan air.

"Kami mendukung program pelebaran jalan, kita semua perlu tapi apa sih sulitnya koordinasi. Sudah berkali-kali saya bilang kalau eskavator mau bekerja di jalur ada pipa induk dan distribusi mari sama- sama lakukan pengawasan," tegas Welly saat dikonfirmasi bangkapos.com, Kamis (22/10/2015).

Dia mengaku memang pihak kontraktor dari PT Cakra bertanggung jawab dengan memberikan ganti rugi, namun bukan masalah ganti rugi yang diinginkan pihaknya tetapi saat ini masyarakat dan pelanggan PDAM lagi butuh air sehingga setetes air saja saat kemarau panjang ini sangat berharga. Tentu saja akibat kebocoran pipa tersebut banyak air PDAM yang terbuang mubazir.

"Biar sama-sama lancar lah maksud saya Tidak mesti harus bos gede kontraktornya turun, staf pengawas dan konsultan pun bisa sama- sama turun dengan kita. Memang selama ini asal pecah kita langsung action dan kita tindaklanjuti mereka ganti lah. Mun kayak ni trus dak cocok lemak die orang dak lemak di PDAM be gawe ni," kata Welly kesal.

Dia sudah sering menyampaikan melalui Agenda dan Informasi lewat Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia Sungailiat maupun lewat media cetak daerah tetapi masih juga terjadi.

"Bukan hanya saya, Pak Firdaus Johan Angota DPRD juga sudah memfasilitasi kita sama mandornya, tapi bengel dak kene di pade," sesal Welly.

Diakuinya dari pihak kontraktor menanyakan mengapa pemasangan pipa terlalu dangkal. Namun ditegaskannya kalau pemasangan pipa ini sudah terpasang sejak tahun 1987/1988.

"Kita dak usah saling salahkan masalah sudah depan mata. Mari kita duduk bersama biar sama-sama lancar," harap Welly

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved