90 Persen Masalah Kesehatan Disebabkan Karena Makanan

Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2000 mencatat bahwa lebih dari 90 persen masalah kesehatan manusia terkait dengan kualitas

90 Persen Masalah Kesehatan Disebabkan Karena Makanan
Nurhayati / Bangkapos.com
Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana, membagikan hadiah kepada para pemenang lomba lomba cipta menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) dan kue pangan lokal yang dilaksanakan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Kabupaten Bangka, Sabtu (24/10/2015) di Taman Santap Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati


BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2000 mencatat bahwa lebih dari 90 persen masalah kesehatan manusia terkait dengan kualitas makanan yang dikonsumsi.

Untuk itu, faktor penentu mutu makanan adalah adanya keragaman jenis pangan, keseimbangan gizi dan keamanan pangan.

Sebaliknya ketidakseimbangan gizi berdampak pada munculnya masalah gizi kurang dan gizi lebih.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Bupati Bangka Zulkarnain Idrus mewakili Bupati Bangka H Tarmizi Saat dalam sambutannya pada pembukaan lomba cipta menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) dan kue pangan lokal yang dilaksanakan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Kabupaten Bangka, Sabtu (24/10/2015) di Taman Santap Sungailiat.

"Untuk menjaga keseimbangan ini dianjurkan mengkonsumsi makanan beranekaragaman setiap hari agar diperoleh asupan zat gizi yang seimbang," jelas Zulkarnain.

Oleh karena itu menurutnya peranan para ibu dan anggota keluarga dalam menentukan pemilihan menu keluarga sehari-hari sangat besar pengaruhnya terhadap kualitas konsumsi keluarga.

Untuk memotivasi masyarakat mengkonsumsi makanan B2BA yang berasal dari pangan lokal, dia mengharapkan setiap unit kerja terkait, Tim Pengerak PKK dan kelompok masyarakat melakukan sosialisasi secara terus menerus. Selain itu adanya gerakan yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsumsi pangan B2BA yang berasal dari pangan lokal.

"Diharapkan dengan adanya lomba ini dapat memotivasi para ibu dan anggota keluarga lainnya agar bertanggung jawab dalam menyediakan menu yang bersumber karbohitratnya tidak harus dari beras dan terigu tetapi juga dapat dari bermacam produk umbi-umbian atau lainnya yang tersedia disekitar kita," saran Zulkarnain.

Melalui lomba ini ia juga mengharapkan bisa menjadi ajang untuk mengembangkan potensi pangan lokal daerah dalam upaya diversivikasi pangan dan mengangkat citra makanan khas daerah dapat digemari di negeri sendiri dan mampu bersaing dengan makanan modern.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved