Penyair Myanmar Mengaku Punya Tato Wajah Presiden di Kemaluan

Seorang penyair muda Myanmar selama tiga pekan terakhir menjadi buron aparat keamanan negeri itu.

Penyair Myanmar Mengaku Punya Tato Wajah Presiden di Kemaluan
Facebook/Mirror
Mengaku Punya Tato Wajah Presiden di Kemaluan, Penyair Saungkha Diuber Polisi Penyair Myanmar, Maung Saungkha 

BANGKAPOS.COM, YANGOON - Seorang penyair muda Myanmar selama tiga pekan terakhir menjadi buron aparat keamanan negeri itu.

Maung Saungkha, nama penyair itu, mengunggah sebuah puisi lewat akun Facebook-nya. Dalam puisi itu dia mengklaim memiliki tato wajah presiden di kemaluannya.

Jika tertangkap, maka Saungkha bisa mendekam tiga tahun dalam penjara akibat puisi kontroversialnya itu.

"Saya memiliki wajah presiden ditato di kemaluan saya, istri saya juga merasa sangat jijik," demikian sebagian isi puisi Saungkha yang menghebohkan itu.

(BACA : JAHAT SEKALI, SUAMI PAKSA ISTRI LAYANI 2.742 PRIA HIDUNG BELANG)

Meski Saungkha tak menyebut nama presiden yang wajahnya "menempel" di kemaluannya itu, namun pemerintah Myanmar menilai aksi Saungkha itu adalah sebuah aksi menyerang negara.

Bahkan, salah satu orang dekat Presiden Thein Sein mengatakan Saungkha akan menerima konsekuensi akibat ulahnya itu.

"Saungkha harus siap bertanggung jawab atas perbuatannya itu," kata Direktur Kantor Presiden Myanmar, Zaw Htay lewat akun Facebook-nya.

Beberapa saat setelah puisi kontroversial Saungkha diunggah, polisi langsung menggerebek kediaman Saungkha.

Saat digerebek, Saungkha tak berada di rumah dan sejak saat itu sosok pemuda itu tidak terlihat.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help