Kabupaten Bangka Bertekad Raih AMPL Award 2015

AMPL Award hanya diberikan kepada satu kabupaten di Indonesia yang terbaik saja dalam air bersih dan sanitasi

Kabupaten Bangka Bertekad Raih AMPL Award 2015
IST
Ilustrasi: Satu unit Eskavator, Rabu (7/10/2015) sedang mengeruk Kolong Dam 1 Pemali yang menjadi sumber air baku PDAM Tirta Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Pan Budi Marwoto, mengatakan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Award 2015, berbeda dengan Piala Adipura atau Wahana Tata Nugraha yang diberikan kepada belasan atau bahkan puluhan kabupaten di Indonesia yang telah memenuhi standar nilai tertentu.

"AMPL Award hanya diberikan kepada satu kabupaten di Indonesia yang terbaik saja dalam air bersih dan sanitasi," jelas Pan Budi kepada bangkapos.com mengenai Kabupaten Bangka yang berhasil meraih nominasi lima kabupaten yang masuk AMPL Award 2015 , Senin (26/10/2015) melalui rilis yang dikirim Bappeda Kabupaten Bangka.

Menurutnya, AMPL Award 2015 adalah anugrah yang diberikan kepada kabupaten/kota yang yang unggul dalam perencanaan, inisiatif dan pembangunan air minum dan sanitasi dalam rangka mewujudkan universal access, Indonesia dengan total akses air bersih dan sanitasi.

"Bangka menjadi lima nominator terbaik karena dalam dipandang berhasil dalam inisiatif dan pembangunan sanitasi," jelas Pan Budi.

Pada tahun 2010, sebanyak 72,24 persen masyarakat Kabupaten Bangka sudah memiliki akses terhadap jamban yang sehat. Angka ini terus menunjukkan peningkatan siginifakan sehingga mencapai 79,84 persen di tahun 2012 dan 85,73 persen di tahun 2014. Peningkatan akses ini menurutnya, secara langsung mampu menurunkan angka insiden penyakit diare dari 3.552 insiden di tahun 2011, menurun drastiss menjdi 1.373 di tahun 2014.

"Angka insiden malaria, juga menurun drastis dari 2.253 di tahun 2011 menjadi 193 pada tahun 2014," kata Pan Budi.

Menurunnya angka insiden penyakit lingkungan ini secara langsung berdampak pada angka harapan hidup, tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat.

Kondisi ini menyebabkan angka harapan hidup meningkat dari 67,64 di tahun 2010 menjadi 68,33 tahun di tahun 2014. Sementara Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 72,50 di tahun 2010 menjadi 74,54 pada akhir tahun 2014.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved