Komnas PA Tak Setuju Pulang Sore

Komisi I DPRD Bangka Tengah berkonsultasi dengan Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) Republik Indonesia

Komnas PA Tak Setuju Pulang Sore
bangkapos.com/dok
Mehoa, Anggota DPRD Bateng

KOBA, BANGKA POS - Komisi I DPRD Bangka Tengah berkonsultasi dengan Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) Republik Indonesia terkait keluhan pelajar di Bangka Tengah, yang pulang sekolah pada pukul 16.00 WIB.

DPRD Bateng menerima keluhan pelajar SMP dan SMA, yang merasa keberatan pulang sampai sore. Menurut anggota Komisi I DPRD Bateng, Me Hoa, Komnas PA tidak setuju kebijakan Pemkab Bateng tersebut.

"Saat kunjungan pekan kemarin, pihak Komnas PA RI tidak setuju kalau kebijakan tersebut terus diberlakukan oleh Pemkab Bateng," kata Me hoa, Senin (26/10).

Menurutnya, hak dasar anak tidak boleh diabaikan terutama psikologis harus terjaga baik. Disebutkan Me Hoa, justru ketatnya jam belajar di sekolah dikhawatirkan membuat siswa bosan dan mengekspresikan ke arah tindakan negatif.

Dia menyarankan, agar Pemkab Bateng lebih memilih menyediakan fasilitas sekolah seperti bus pelajar, taman bermain yang layak untuk anak hingga memberikan ilmu pengetahuan sesuai dengan usia anak.

"Selama ini seakan memaksakan kehendak atau kesannya mengejar kuantitas tanpa memikirkan hak anak lainnya. Seperti membuat kebijakan pulang hingga pukul 16.00 hingga pemberlakuan kurikulum 2013. Kedua hal tersebut, menurut kami sangat bertentangan dengan hak-hak dasar yang harus didapatkan oleh anak," katanya.

Me Hoa mengatakan, Komnas PA RI mendukung Komisi I DPRD Bateng untuk merevisi kebijakan yang membatasi hak anak.

"Mereka juga akan terus memantau, memajukan, dan melindungi hak anak, serta mencegah berbagai kemungkinan pelanggaran hak anak yang dilakukan oleh pemerintah, perorangan atau lembaga," lanjutnya.

Me Hoa menekankan Pemkab Bateng harus bijaksana dan memperbaiki kekurangan dari tahun sebelumnya yang belum memuaskan.

"Lihat hasil UN tahun 2015 kemarin kita peringkat buncit. Apa yang mau dibanggakan pulang jam 4 sore hingga pemberlakukan kurikulum 2013. Artinya, selain pengekangan terhadap anak, kebijakan itu justru mempermalukan Bumi Selawang Segantang di mata publik," ungkapnya. (N9)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved