Kasus Pencabulan di Bangka Belitung Meningkat

KASUS kekerasan terhadap perempuan dan anak per-Oktober Tahun 2015 mengalami penurunan dibandingkan sepanjang Tahun 2014

Kasus Pencabulan di Bangka Belitung Meningkat
net
Ilustrasi 

Babel News-- KASUS kekerasan terhadap perempuan dan anak per-Oktober Tahun 2015 mengalami penurunan dibandingkan sepanjang Tahun 2014 di Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Khusus untuk kasus pencabulan terjadi peningkatan pada 2014 terjadi sebanyak 22 kasus kemudian hingga per-Oktober 2015 justru terjadi sebanyak 25 kasus.

Sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak antara lain pemerkosaan, kekerasan dalam KDRT, pencabulan, persetubuhan anak dan perdagangan manusia atau traficking terjadi sebanyak 139 kasus.

Sementara pada Tahun 2015 terjadi 122 kasus hingga Oktober 2015, yakni total sepanjang dua tahun (2014-2015) terjadi sebanyak 261 kasus.

Berdasar catatan pihak Polda Kepulauan Babel, angka tertingi dalam dua tahun tersebut adalah kasus KDRT sebanyak 119 kasus.

"Untuk kekerasan perempuan dan anak yang paling tinggi dua tahun ini adalah KDRT," kata Kabid Humas Polda Babel AKBP Abdul Mun'im kepada wartawan, Kamis (29/10) kemarin.

Menurut AKBP Abdul Mun'im yang memprihatinkan dari data kasus yang ditangani Polda Babel tersebut adalah kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur.

Sedangkan untuk persetubuhan anak di bawah umur terjadi sebanyak 50 kasus Tahun 2014 dan menurun menjadi 36 kasus pada 2015.

"Kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur di Bangka Belitung masih tinggi dan ini memprihntinkan," kata AKBP Abdul Mun'im.'

Dia berharapa orangtua bisa menjaga anak-anak mereka dipergaulan negatif yang bisa menjerumuskan mereka.

"Orangtua agar selalu tahu kemana anak-anak bepergian, sehingga tingkah laku dan pergaulan anak-anak bisa terpantau. Termasuk selalu memberikan perhatian dan kasih sayang," harapnya.(die)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved