Home »

Lokal

» Bangka

Mahacita Polman Minta Aparat Tertibkan TI Apung Rebo

Mahasiswa Pecinta Alam Polman Bangka Belitung merasa terusik keberadaan TI apung di perairan Pantai Rebo.

Mahacita Polman Minta Aparat Tertibkan TI Apung Rebo
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Mahasiswa Pecinta Alam Polman Sungailiat beraktivitas di Pantai Rebo, Sungailiat, Sabtu (31/10/2015). Sementara di perairan tersebut tampak aktivitas TI apung. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Mahasiswa Pecinta Alam (Mahacita) Polman Bangka Belitung merasa terusik keberadaan TI apung di perairan Pantai Rebo, Sungailiat, Sabtu (31/10/2015).

Suara mesin TI di atan ponton terdengar keras hingga ke pantai tempat mereka melakukan kegiatan rutin di alam bebas. Apalagi para mahasiswa itu melihat limbah dibawa arus air laut.

"Kami sangat berharap aparat menertibkan TI apung di kawasan wisata ini. Jangan sampai Pantai Rebo yang sudah tak terawat ini semakin parah dengan pemandangan TI apung yang hanya merusak alam saja," kata Mirza, senior Mahacita Polman ditemui bangkapos.com disela kegiatan.

Warga Sungailiat ini mengatakan Pantai Rebo yang dulu menjadi objek wisata di Kota Sungailiat, beberapa tahun belakangan sudah tak terurus.

Menurutnya, sejumlah aset wisata di sana hancur. Ini terjadi sejak maraknya penambangan pasir timah ilegal disekitar kawasan tersebut.

"Saya kira sejak krisis timah kemarin tambang di sini hilang selamanya. Nggak tahunya malah muncul lagi. Jangan sampai semakin berkembang kayak dulu," kata Mirza.

Ketua Rombongan Mahacita Polman Bangka Belitung, Ahmad mengatakan mereka tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi ini. Sebagai pecinta alam, pihaknya hanya bisa menikmati sisa-sisa keindahan alam Bangka saja.

"Kalau kita cuma bisa melihat. Kalaupun membuat laporan itu hanya untuk kampus kami saja," kata Ahmad.

Mahacita Polman berharap penambangan yang tak terkendali ini harus segera diatasi.

"Jangan sampai anak cucu hanya menikmati kerusakaan alamnya saja. Kami pernah melakukan lintas alam mulai dari Pantai Matras hingga ke Pantai Rebo, banyak sekali kerusakan alam akibat penambangan ilegal," kata Ahmad.

LIKE: Facebook Bangkapos dan FOLLOW Twitter @Bangkapos

Penulis: deddy_marjaya
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help