BangkaPos/

Tak Perlu Takut Makan Daging

Meski WHO menyatakan daging yang diproses bisa memicu kanker, tetapi bukan berarti kita harus berhenti mengasup daging.

Tak Perlu Takut Makan Daging
Shutterstock
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Meski organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan daging yang diproses bisa memicu kanker, tetapi bukan berarti kita harus berhenti mengasup daging. Hanya saja, jumlahnya harus dibatasi.

Laporan International Agency for Research on Cancer (IARC), badan riset di bawah WHO, mengejutkan banyak orang.

Mereka mengeluarkan hasil riset dari analisa 800 studi di seluruh dunia, menyimpulkan bahwa daging yang diproses seperti sosis, ham, hot dog, dan sebagainya memicu kanker usus, dan daging merah "kemungkinan" juga.

WHO menyebutkan bahwa hasil analisa IARC tersebut mengonfirmasi rekomendasi pola makan tahun 2002 untuk mengurangi konsumsi daging yang diproses untuk menurunkan risiko kanker.

"Hasil analisa terbaru dari IARC tidak meminta oran guntuk berhenti makan daging olahan, tapi mengindikasikan untuk mengurangi konsumsi produk makanan ini agar risiko kanker kolorektal bisa ditekan," kata WHO.

BACA: Rajin Jalan Kaki Bisa Cegah Stroke

Para pakar dan ilmuwan secara rutin memang melakukan pertemuan untuk mengevaluasi hasil-hasil penelitian yang mengaitkan pola makan dengan penyakit.

"Awal tahun depan kami akan bertemu lagi untuk melihat apa implikasi kesehatan masyarakat dari hasil penelitian dan juga meletakkan daging merah dan daging olahan dalam konteks kesehatan secara umum," kata WHO. (AFP)

LIKE: Facebook Bangkapos dan FOLLOW Twitter @Bangkapos

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help