Akhiri Perburuan 20 Tahun Bandit Paling Dicari India Dibekuk saat Berlibur di Bali

"Akhirnya polisi Indonesia berhasil menangkapnya. Kami akan membawanya ke India dan didakwakan atas semua kasus pidana terhadap dia."

Akhiri Perburuan 20 Tahun Bandit Paling Dicari India Dibekuk saat Berlibur di Bali
interpol
Rajan saat ditangkap polisi di Bali 

BANGKAPOS.com - Polisi Indonesia menangkap bandit India paling dicari yang disangka bertanggung jawab atas lusinan kasus pembunuhan dan pemerasan, saat berlibur ke Bali, Senin (26/10/2015).

Penangkapan ini menjadi berita berita utama di Negeri Sari, karena mengakhiri perburuan internasional dua dekade.

Rajendra Nikalje, dikenal luas sebagai Chhota Rajan atau Little Rajan, telah masuk daftar buronan Interpol sejak tahun 1995 yang disangka menjalankan sindikat kejahatan (gangster) yang terlibat dalam pemerasan, penyelundupan senjata, dan otak serangkaian pembunuhan.

"Kami melacak gerakan Chhota Rajan secara intens dan memberitahu polisi di Indonesia dan Australia," kata Anil Sinha, direktur Biro Pusat Investigasi di ibu kota India.

"Akhirnya polisi Indonesia berhasil menangkapnya. Kami akan membawanya ke India dan didakwakan atas semua kasus pidana terhadap dia."

Rajan adalah gangster yang beroperasi di pusat keuangan India, Mumbai, telah lama menarik perhatian internasional. Rajan bahkan sudah diangkat ke film Bollywood dan berbagai surat kabar sudah berkali kali mengangkat beritanya.

Polisi Federal Australia (AFP) mengatakan, informasi dari pihaknya telah membantu penangkapan Chhota Rajan saat akan berlibur ke Bali.

Dalam sebuah pernyataan, AFP mengatakan, sebelum pergi ke Bali, Rajendra telah tinggal di Australia dengan identitas lain, seraya menyebut bahwa pihak mereka telah melaporkan informasi seputar kepergiannya kepada pihak berwenang di India dan Indonesia.

Rajan berkunjung ke Bali menggunakan passpor India dengan nama Mohan Kumar.

BACA: WOW, MODEL TOPLESS LAYANI PENGUNJUNG RESTORAN

Penangkapannya terjadi ketika pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi menekan tetangga mereka, Pakistan, secara diplomatik untuk menyerahkan mitra dan mantan bos Rajendra, Dawood Ibrahim, yang diduga memiliki keterkaitan dengan militan.

Dawood diduga mendalangi pemboman mematikan di India, yang menewaskan sedikitnya 250 orang dan melukai lebih dari 700 orang di Mumbai pada tahun 1993.

Pemerintah India mengatakan, mereka telah membagi bukti keberadaan Dawood dengan Pakistan, yang menolak klaim India bahwa ia tinggal di sana.

Editor: Idandi Meika Jovanka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved