Pep Guardiola Ternyata Berguru pada Pellegrini

Josep Guardiola ternyata sangat mengidolakan manajer Manchester City Manuel Pellegrini.

Pep Guardiola Ternyata Berguru pada Pellegrini
ODD ANDERSEN / AFP
Pelatih Bayern Muenchen, Josep Guardiola 

BANGKAPOS.COM, MUENCHEN - Meskipun Josep Guardiola telah memenangkan lebih banyak pertandingan saat melawan Manuel Pellegrini, Pep ternyata sangat mengidolakan manajer Manchester City tersebut.

Pernyataan Guardiola tersebut disampaikannya dalam sebuah wawancara untuk buku,"The Pellegrini Method", yang ditulis Francisco Sagredo.

"Saya penggemar berat Pellegrini. Saya belajar banyak dari dia dan konsep yang dimilikinya. Saya beruntung bisa mengagumi dia dan menjadi rekannya," kata Pep.

BACA: Ini Trik Tebar Pesona Agar Bisnis dan Karier Anda Melejit

"Saya merasa bahwa saya seolah-olah pengikut dia dalam hal filosofi bermain. Dengan sekali menonton, kita tahu tim dia tanpa mengetahui siapa pelatihnya dan orang akan segera tahu bahwa ini adalah tim Pellegrini dengan cara mereka bermain," kata Pep.

Terlepas dari itu, Pep di atas kertas lebih jago daripada Pellegrini. Tim yang diasuh Pellegrini hanya dua kali meraih kemenangan dan satu kali imbang saat melawan Pep.

"Dia menyukai pemain yang bisa mengontro bola dan selalu menyerang. Timnya bermain sangat bagus. Saya menikmati permainan mereka," kata Pep lagi.

BACA: FIFA Punya Rencana Rahasia untuk Indonesia

"Dia pelatih dengan banyak ide. Saya beberapa kali melawan dia dan saya kesulitan saat dia menangani Villarreal atau Real Madrid, sementara saya di Barcelona. Hal yang sama saat dia sekarang di City dan saya di Bayern," ulasnya.

"Tidak peduli siapa yang meraih banyak kemenangan atau kekalahan. Seorang pelatih yang baik adalah saat Anda perlu berpikir bagaimana cara menghadapi dia. Anda harus berpikir keras untuk menang. Itu selalu yang terjadi dengan Pellegrini," katanya.

BACA: Masukkan Kode TMP Bisa Tambah Kwh

"Pellegrini adalah pelatih yang memiliki ide jelas dan bisa meninggalkan kesan kepada semua tim yang dia latih. Dia menyukai permainan cantik. Timnya menguasai pertandingan dan tidak membiarkan lawan memainkan bola. Itu kunci dia dan saya akan selalu menghormati itu," sambungnya. (ESPN/Juara.net)


Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved