Nenek Tua Rela Antre Lama Demi Dapat Membeli Sembako Murah

Sambil menggenggam uang Rp 65.000 dan selembar kupon nenek Rauyah warga Desa Kenanga Sungailiat, mendatangi

Nenek Tua Rela Antre Lama Demi Dapat Membeli Sembako Murah
Nurhayati / Bangkapos.com
Gubernur Babel H Rustam Effendi saat menyerahkan penyaluran sembako bersubsidi, Kamis (5/11/2015) kepada warga Kabupaten Bangka di halaman Kantor Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Sambil menggenggam uang Rp 65.000 dan selembar kupon nenek Rauyah warga Desa Kenanga Sungailiat, mendatangi Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Bangka, Kamis (5/11/2015).

Dengan uang yang dibawanya Nenek berusia 75 tahun berharap dapat membeli sembako murah yang disalurkan oleh Pemprov Babel melalui Disperindag Babel.

Beras sebanyak 10 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter dan 10 bungkus mie instans itu sangat berarti bagi dia dan keluarganya guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi dia sudah tua sehingga hanya mengandalkan nafkah dari anaknya.

Bahkan demi sembako bersubsidi ini ia rela naik mobil colt jurusan Pangkalpinang-Sungailiat dari Kenanga tanpa ditemani keluarga.

"Nenek naik mobil colt lah sendiri kesini. Anak kerja, cucu sekolah. Nenek biasa kemana-mana, kadang ke Pangkalpinang sendiri naik mobil angkutan," ungkap Nek Rouyah yang masih tampak sehat ini kepada bangkapos.com.

Dia harus antri, cukup lama untuk mendapatkan sembako bersubsidi dengan menukarkan uang sebesar Rp 65.000 ribu kepada petugas Disperindag Babel.

Sedangkan Rokiah, Warga Lingkungan Rambak ini mengaku hampir pingsan karena harus antri cukup lama demi mendapatkan sembako bersubsidi dari Pemprov Babel.

Setelah menenteng plastik merah besar berisi sembako dia tersenyum lega. "Alhamdulillah lah dapet sembako. Serasa mau pinsan, saking banyaknya orang yang antri," ungkap Rokiah.

Ia senang adanya sembako bersubsidi dari pemerintah walaupun harus membayar sebesar Rp 65.000.

Pemprov Babel melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel mengucurkan dana senilai Rp 3 milyar dari APBD Perubahan Tahun 2015 untuk penyaluran kebutuhan bahan pokok bersubsidi.

Dana tersebut sebesar Rp 2,8 milyar untuk dana pembelian sembako dan Rp 200 juta untuk dana operasional dan administrasi.

Dimana sebanyak 28.000 rumah tangga kurang mampu di Babel yang mendapatkan sembako bersubsidi tersebut dengan harga per paket sebesar Rp 165.000. Masing-masing rumah tangga kurang mampu hanya membayar Rp 65.000 sisanya sebesar Rp 100.000 disubsidi oleh Pemprov Babel.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help