Preman Pantai Air Anyir Todong Orang Pacaran Pakai Pistol Korek Api

Tiga preman yang memeras belasan pasangan pacaran di Pantai Airanyir Merawang, ternyata menakut-nakuti para korbannya

Preman Pantai Air Anyir Todong Orang Pacaran Pakai Pistol Korek Api
http://www.zephyrpaintball.com
Pistol replika 

SUNGAILIAT, BN -- Tiga preman yang memeras belasan pasangan pacaran di Pantai Airanyir Merawang, ternyata menakut-nakuti para korbannya menggunakan korek api berbentuk pistol. Mereka juga membawa surat edaran Kepala Desa setempat soal pengamanan pantai saat mempedayai para korbannya.

"Awalnya kan Kades memberi mandat kepada tersangka masing-masing SN (36), HP (19) dan RN (27) untuk membantu pengamanan di Pantai Airanyir. Karena awalnya mereka ini tidak punya pekerjaan, jadi dikasih honor untuk jaga pantai," kata Kapolsek Merawang AKP Joko Handono, Rabu (4/11).

Joko mengatakan, mandat yang diberikan Kades kepada para tersangka, disertai semacam surat edaran. Namun, surat edaran dari kades ini disalahgunakan oleh para tersangka pelaku untuk mencari keuntungan pribadi.

"Makanya Kades (Airanyir) juga kesal saat tahu surat dari desa itu disalahgunakan pelaku untuk memeras korban, muda-mudi yang pacaran di pantai ini," kata kapolsek.

Kapolsek juga memastikan, ketiganya juga adalah pelaku kasus pengeroyokan yang sebelumnya terjadi di Pantai Dusun Mudel, Desa Airanyir, 17 Juni 2015 silam. Saat itu korban, Odi Akbar (20), warga Selindung bersama temannya Mardini (18) pergi ke pantai mengendarai mobil.

"Saat berada di pantai tiba-tiba empat pelaku datang menggunakan sepeda motor. Empat pelaku, yaitu SN (36), HP (19), RN (27) dan seorang pelaku yang sudah lebih dulu ditangkap dan diadili di PN Sungailiat," kata kapolsek.

Dijelaskan Kapolsek, empat pelaku mengintip dan menggedor kaca mobil mobil, yang di dalamnya terdapat korban, Odi dan temannya Mardini. Seorang pelaku naik ke kap depan mobil dan memukul kaca depan hingga pecah. Korban langsung tancap gas ke arah pantai, namun mobilnya terselip di pasir.

"Saat itulah pelaku menarik korban ke luar dari mobil dan memukulnya dengan tangan dan kayu serta menodongkan korek api berbentuk pistol ke arah korban," kata kapolsek.

Dalam keadaan babak belur, korban menyerah. Pelaku kemudian mengajak korban negosiasi menyerahkan sejumlah uang.

"Setelah korban memberikan uang, pelaku kemudian langsung melepas korban. Korban melapor ke polisi, dan seorang pelaku ditangkap dan sudah diadili. Sedangkan tiga pelaku ini ditangkap sekarang," tambah kapolsek.

Dilansir sebelumnya disebutkan, tiga pria yang diduga preman, pemeras muda-mudi pengunjung Pantai Airanyir Merawang ditangkap. Penangkapan tiga tersangka oleh Polsek Merawang bermula dari adanya laporan masyarakat.

Masyarakat menyebut perbuatan kawanan pemuda yang membuat resah dengan seringkali melakukan pemalakan atau pemerasan kepada muda-mudi yang pacaran di sepanjang Pantai Airanyir Merawang. (fly)

Baca berita lengkapnya di Harian Pagi Babel News, edisi Kamis, 5 November 2015.

FOLLOW Twitter @bangkapos dan LIKE Halaman Facebook: bangkapos

Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help