Ini Risiko Jika Kertas Digunakan untuk Pembungkus Makanan

Kertas bekas seharusnya tidak digunakan untuk membungkus bahan pangan secara langsung karena mengandung timbal.

Ini Risiko Jika Kertas Digunakan untuk Pembungkus Makanan
net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pemerhati industri kertas, Muhammad Adjidarmo, mengingatkan kepada masyarakat luas untuk mewaspadai penggunaan kertas sebagai pembungkus makanan.

"Kertas bekas termasuk koran dan majalah seharusnya tidak digunakan untuk membungkus bahan pangan secara langsung karena mengandung timbal yang jika terakumulasi dalam tubuh dapat berisiko membahayakan kesehatan," ujar Adjidarmo di Jakarta, Jumat (6/11/2015).

BACA: Wanita Ini Hanya Makan Pisang, Apa yang Terjadi?

Sayangnya hingga saat ini masih banyak ditemukan makanan jajanan seperti gorengan yang dibungkus dengan kertas bekas, padahal bahan yang panas dan berminyak akan mempermudah berpindahnya timbal ke makanan tersebut.

Bahkan jenis bahan pangan, konsentrasi, waktu kontak, serta luas permukaan kontak juga turut memicu migrasi.

Salah satu penyebab maraknya penggunaan kertas non kemasan adalah karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan efek samping yang ditimbulkan.

Selain itu, kertas nasi bungkus berwarna coklat dan karton duplex adalah jenis kemasan pangan primer berbahan kertas yang paling lazim digunakan sebagai kemasan nasi kotak, kotak kudapan, dan nasi bungkus.

"Karton duplex dan kertas nasi bungkus berwarna coklat terbuat dari kertas daur ulang yang mungkin sudah terkontaminasi dan mengandung tinta cetak, perekat, lilin, bahan pencelup, serta bahan-bahan kimia lainnya," terang dia.

BACA: Rossi Tak Pernah Sukses Jika Start dari Posisi Buncit

Adjidarmo menambahkan kemasan pangan yang aman berbasis kertas adalah karton "food grade" yang tidak akan tembus minyak.

"Kemasan pangan berkategori "food grade" aman dan layak digunakan karena 100 persen terbuat dari serat alami sehingga berwarna putih bersih, tidak berbintik-bintik, serta bebas dari kandungan bakteri dan senyawa berbahaya seperti benzene dan styrene (bahan baku styrofoam). Dari segi lingkungan juga bersifat ramah lingkungan karena terbuat dari serat alami yang mudah terurai," jelas Adjidarmo.

Oleh karena itu, masyarakat dapat lebih waspada ketika membeli produk makanan yang masih menggunakan kertas daur ulang dan beralih menggunakan kemasan pangan berbahan aman makanan yang dapat menjamin kualitas makanan agar tidak rusak serta menjaga kesehatan tubuh.

Editor: fitriadi
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved