Home »

Lokal

» Bangka

Preman Pantai Airanyir Ternyata Sindikat Pencuri Motor

Ternyata, Sandy (36), pria diduga preman pemeras pengunjung Pantai Airanyir Merawang adalah sosok mantan pencuri motor.

Preman Pantai Airanyir Ternyata Sindikat Pencuri Motor
Shutterstock
Ilustrasi Borgol 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ternyata, Sandy (36), pria diduga preman pemeras pengunjung Pantai Airanyir Merawang beberapa waktu lalu, adalah sosok mantan pencuri motor.

Dia baru saja keluar dari Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Bukitsemut Sungailiat akhir 2014 lalu. Namun dia berbuat ulah kembali Tahun 2015, dalam kasus lain, pengeroyoyokan, pengrusakan hingga pemerasan.

"Sandi itu pernah ditangkap sebelumnya, lalu mendekam sebagai narapida di Lapas Bukitsemut Sungailiat, Tahun 2014 silam di kasus pencurian sepeda motor," kata Kapolsek Merawang AKP Joko Handono mewakili Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana, Senin (9/11/2015).

Seperti diketahui, Sandi (36), Ronald (27) dan Helen (19) ditangkap oleh Polsek Merawang, dua pekan silam. Tiga pria ini diamankan atas tuduhan melakukan pengeroyokan pengunjung Pantai Airanyir Merawang, dan merusak mobil korban. Kedok mereka terungkap, setelah kembali beraksi, memeras pengunjung lainnya di pantai yang sama. (Baca edisi sebelumnya)

Reputasi Sandy diketahui punya catatan buruk di kepolisian, setelah proses penyidikan kasus pengrusakan dan pengeroyokan digelar. "Sandy ini asal Palembang Sumsel yang beristri gadis Airanyir.. Sandy itu tinggal di Pangkalpinang, baru saja keluar dari Lapas Bukitsemut, beberapa bulan lalu," kata Kapolsek, mengutip keterangan Kanit Reskrim Aiptu Januardi.

Lain halnya Ronal dan Helen, rekan Sandi. Ronald dan Helen, sementara waktu hanya dinyatakan terlibat dalam kasus pengeryokan, pengrusakan dan pemerasan saja di Tahun 2015. "Kalau Ronald dan Helen sebelumnya, tak pernah dihukum. Baru kali ini Ronald dan Helen dipenjara. Ronald dan Helen belum pernah terbukti mencuri motor, lain halnya Sandy," kata Kapolsek memastikan, di kasus 2015 ini Sandy, Ronald dan Helen dijerat Pasal 170 KUHP.

Baca berita lengkapnya di Harian Pagi Bangka Pos dan Babel News, edisi Selasa, 10 November 2015.

FOLLOW Twitter @bangkapos dan LIKE Halaman Facebook: bangkapos

Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help