Uang Rp 5,1 Miliar Nyasar ke Rekening Suparman

Uang sebesar Rp 5,1 miliar nyasar masuk ke rekening Suparman, warga Kalimantan Barat.

Uang Rp 5,1 Miliar Nyasar ke Rekening Suparman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFONS PARDOSI
Suparman menunjukkan rekening tabungan BNI miliknya serta SMS Banking yang menyatakan uang Rp 5,1 miliar masuk ke rekeningnya, Senin (9/11/2015). Uang nyasar tersebut masuk rekening Suparman pada 2 Februari 2015 lalu. 

BANGKAPOS.COM, PONTIANAK - Warga jalan Pasar Baru, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Suparman (51) beberapa bulan yang lalu sempat ada uang nyasar masuk di dalam rekeningnya.

Uang tersebut jumlahnya sangat fantastis, yakni mencapai Rp 5,1 miliar. Namun hanya hitungan hari, rekeningnya yang berisi uang itu langsung diblokir oleh pihak BNI.

Suparman mengaku kecewa dengan Bank Negara Indonesia (BNI) Pontianak.

Pasalnya, hingga saat ini, BNI tidak memberikan kejelasan mengenai uang tak terduga yang sempat masuk ke rekeningnya.

Suparman yang merupakan nasabah BNI Cabang Pontianak yang tinggal di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

 "Sampai sekarang saya belum tau dari mana asal muasal uang yang masuk itu" kata Suparman kepada wartawan, Senin (9/11/2015).

"Jadi kalau ada kasus pencucian uang bisa-bisa saya kena juga. Itu yang saya tidak mau, makanya saya minta penjelasan yang jelas dari pihak BNI," tambahnya.

Atas kejadian tersebut, Suparman merasa dirugikan, sebab rekeningnya tiba-tiba langsung di blokir.

Sampai saat ini pun pihak BNI tidak memberikan kejelasan, baik mengenai uang Rp 5,1 miliar maupun alasan pemblokiran rekeningnya.

Tidak sampai di situ, ternyata laporan yang ia buat ke Polda Kalbar dihentikan mulai 24 April 2015.

Polda mengirim surat pemberitahuan hasil penyelidikan tertanggal 29 Oktober 2015, menyatakan penyelidikan dihentikan.

Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved