Para Petani Lada dan Cengkeh di Pagaralam Kaya Mendadak, Per Kilo Rp 110 Ribu

Sumber daya alam di Kota Pagaralam masih tetap mensejahterakan masyarakat Pagaralam.

Para Petani Lada dan Cengkeh di Pagaralam Kaya Mendadak, Per Kilo Rp 110 Ribu
dok.Bangkapos.com
Bupati Bangka H Tarmizi Saat didampingi Sumarlan petani lada bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tony Marza, Senin (31/8/2015) sedang memetik lada dikebun Sumarlan di Kelurahan Sinar Baru. 

BANGKAPOS.COM, PAGARALAM - Sumber daya alam di Kota Pagaralam masih tetap mensejahterakan masyarakat Pagaralam.

Meskipun saat ini belum memasuki musim panen kopi, namun para petani masih bisa bernafas lega.

Pasalnya tanaman tumpang sari petani seperti lada dan cengkih harganya bisa membuat Petani Kaya Mendadak.

Kenapa tidak saat ini harga jual Lada dan cengkih sangat tinggi.

Lada saat ini dibandrol Rp110.000 per kilogram sedangkan cengkih mencapai Rp100.000 per kilogram.

Namun sayangnya belum banyak petani yang menerapkan sistem tanam tumpang sari tersebut.

Data yang dihimpun Sripoku.com, hasil pendataan yang dilakukan petugas pencatat harga komoditi, Lada Hitam tembus hingga Rp 113.000 perkilogram dan Cengkih hingga Rp.100.000 kilogram.

Harga tersebut sedikit lebih mahal jika dijual langsung ke pasar dibandingkan harga di kebun.

Kepala Dihutbun Kota Pagaralam, M Syarbani melalui Kabid Kelembagaan dan Hasil Produksi Perkebunan, Sudrajat SP didampingi Hamka, petugas pencatat harga komoditi mengatakan, harga komoditi setiap harinya cukup fluktuatif, atau mengalami perubahan setiap harinya.

Sama halnya dengan harga kopi sebagai komoditi utama di Kota Pagaralam, yang saat ini jika kualitasnya bagus touke berani bandrol tembus Rp 22.500 per kilogram.

"Namun sayang, beberapa komoditi yang memiliki nilai jual cukup tinggi ini, lahanya belum luas di wilayah Kota Pagaralam,".

Data dari Dishutbun sendiri, saat ini, luas sebaran komoditi perkebunan rakyat di Pagaralam mencapai sekitar 13.115 hektar.

Jumlah ini, dua pertiga luasan lahan perkebunan yang ada merupakan perkebunan tanaman kopi yang merupakan komoditi utama masyakat. Sedangkan untuk tanaman Cengkih baru sekitar 19 hektar sedangkan Lada baru digarap sekitar 338 hektar.

"Berbeda dengan kopi, saat ini luas areal perkebunannya mencapai sekitar 8.323 hektar," katanya.

Editor: Hendra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help