PNS Tak Perlu BPJS Ketenagakerjaan

"Kemungkinan Taspen tidak lagi jadi bagian BPJS Ketenagakerjaan. BPJS ketenagakerjaan itu khusus untuk pegawai swasta, Taspen khusus untuk ...."

PNS Tak Perlu BPJS Ketenagakerjaan
bangkapos.com/Dedy Qurniawan
Kacab Taspen Pangkalpinang Didik Murdiyanto memaparkan PP Nomor 70 tahun 2015 tentang JKK dan JKM di ruang sidang Satu Hati Bangun Negeri, Kantor Bupati Beltim, Jumat (20/11/2015). 

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - PT Tabungan Asuransi dan Pensiun cabang Pangkalpinang mensosialisasikan Peraturan Pemerintah RI Nomor 70 tahun 2015 Tentang Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) di ruang Satu Hati Bangun Negeri, Kantor Bupati Beltim, Jumat (20/11/2015).

BACA: Heboh, Wakil Gubernur Bangka Belitung Tampar Rofiko

Sosialisasi ini tampak diikuti oleh puluhan PNS di lingkungan Pemkab Beltim.

Kepala Cabang Taspen Pangkalpinang Didik Murdiyanto memaparkan, PP ini berlaku surut sejak Juni 2015. Kata dia, sejak berlakunya PP tersebut, Taspen menyediakan produk jaminan khusus untuk pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dasarnya adalah UU nomor 5 tahun 2014 ASN.

Ini yang membuat produk jaminan Taspen berbeda dengan produk jaminan yang "digarap" BPJS Ketenagakerjaan.

BACA: Kecelakaan Maut, Tubuh Jasmadi Remuk Tertimpa Truk Tanki CPO di Kelapa

"Kemungkinan Taspen tidak lagi jadi bagian BPJS Ketenagakerjaan. BPJS ketenagakerjaan itu khusus untuk pegawai swasta, Taspen khusus untuk ASN. Kemungkinan arahnya ke sana," kata Didik pada paparannya.

Ditemui usai paparan, Didik mengatakan PT Taspen sedang menyusun roadmap hingga tahun 2029. Dia menjelaskan pada UU tentang BPJS memang diatur bahwa Taspen bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan pada 2029.

Namun, kata dia, UU ASN mengatur tersendiri ihwal produk jaminan bagi ASN dan membuatnya berbeda dengan Produk Jaminan BPJS Ketenagakerjaan.

"Jadi roadmap kami itu berisikan kemungkinan nanti apakah kami akan bergabung dengan BPJS tapi tidak di BPJS Ketenagakerjaan, jadi BPJS tersendiri. Atau bukan BPJS sama sekali. Tapi arahnya memang tidak bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan. Kemungkinan arahnya ke sana," beber Didik yang dikutip bangkapos.com melalui Pos Belitung.

Editor: asmadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved