Empat Pasang Pengantin Harus Makan Tiga Butir Lada

Wajah empat pasang pengantin kawin massal di Desa Serdang Kecamatan Toboali terlihat bahagia, Sabtu (21/11).

Empat Pasang Pengantin Harus Makan Tiga Butir Lada
bangkapos.com/iwan
Peserta kawin massal Serdang diarak keliling kampung

TOBOALI, BANGKA POS - Wajah empat pasang pengantin kawin massal di Desa Serdang Kecamatan Toboali terlihat bahagia, Sabtu (21/11).

Apalagi, acara mereka dihadiri sejumlah pejabat termasuk Penjabat Bupati Basel Huzarni Rani dan Kapolres Basel AKBP Satria Rizkiano.

Para pengantin menjalani proses siraman air kelapa muda dan makan tiga butir lada lalu dihibur dengan tarian yang bernama terbang amak.

"Semoga kegiatan ini dapat dilestarikan dan dikemas dengan baik agar menjadi wisata Kabupaten Basel," ungkap Huzarni Rani.

Menurutnya, kawin massal dapat digelar karena ada kepedulian tokoh budaya dan masyarakat.

Asal usul pengantin massal Desa Serdang sudah dilaksanakan sejak tahun 1935.

Tokoh adat Desa Serdang Sudirman dan Saem mengatakan, prosesi kegiatan diawali dengan memerintahkan beberapa anak buah tokoh adat untuk mengumpulkan beras sebanyak satu batil atau tiga kaleng susu dan uang sukarela dari masyarakat setempat.

Setiap orangtua pengantin diwajibkan membuat lalu memberikan kue kepada anaknya.

Setelah semua barang yang diminta sudah ada, maka hari berikutnya, tepatnya dua hari sebelum pelaksanaan perayaan pengantin massal, tokoh adat melaksanakan ritual bebanten atau syukuran, tujuannya untuk menjaga keamanan dan keselamatan khususnya masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

Saat pelaksanaannya, di siang harinya pengantin dan masyarakat berkumpul di rumah gegadeng atau kepala desa untuk melaksanakan ritual oleh ketua adat berupa menaburkan air kelapa muda dicampur bunga tujuh rupa kepada para pengantin dan tamu undangan, serta pemberian tiga butir lada untuk dimakan pengantin.

Tujuan menabur air kelapa muda dicampur bunga tujuh rupa agar dapat hidup rukun damai serta kekal di dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Selain itu, pemberian tiga butir lada kepada masing-masing pengantin untuk dimakan, dimaksudkan agar pengantin diberi kekuatan fisik dalam melakukan arak-arakan dan dilindungi dari hal yang tidak diinginkan.

Kemudian, para pengantin diarak dari ujung kampung ke ujung kampung Desa Serdang dengan berjalan kaki sebagai perayaan kegiatan tersebut.

Sepanjang jalan, warga menaburi pengantin dengan beras kuning, harapannya menjadi keluarga yang bahagia.(M4)

Editor: Dody
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help