Tradisi Nikah Massal di Bangka Selatan, Pengantin Wajib Telan Tiga Butir Lada

Para pengantin menjalani proses siraman air kelapa muda dan makan tiga butir lada lalu dihibur dengan tarian yang bernama terbang amak.

Tradisi Nikah Massal di Bangka Selatan, Pengantin Wajib Telan Tiga Butir Lada
BANGKAPOS.COM/AJIE GUSTI
Suasana kegiatan pengantin massal di Desa Serdang Kecamatan Toboali yang turut dihadiri berbagai tamu undangan, Sabtu (21/11/2015). 

TOBOALI, BANGKA POS - Wajah empat pasang pengantin kawin massal di Desa Serdang Kecamatan Toboali menebar senyum, Sabtu (21/11/2015).

Para pengantin menjalani proses siraman air kelapa muda dan makan tiga butir lada lalu dihibur dengan tarian yang bernama terbang amak.

"Semoga kegiatan ini dapat dilestarikan dan dikemas dengan baik agar menjadi wisata Kabupaten Basel," ungkap Huzarni Rani.

Menurutnya, kawin massal dapat digelar karena ada kepedulian tokoh budaya dan masyarakat.

(BACA : INILAH PERINGKAT UPAH MINIMUM PROVINSI TAHUN 2016, PROVINSI MANA PALING TINGGI)

Asal usul pengantin massal Desa Serdang sudah dilaksanakan sejak tahun 1935.

Tokoh adat Desa Serdang Sudirman dan Saem mengatakan, prosesi kegiatan diawali dengan memerintahkan beberapa anak buah tokoh adat untuk mengumpulkan beras sebanyak satu batil atau tiga kaleng susu dan uang sukarela dari masyarakat setempat.

Setiap orangtua pengantin diwajibkan membuat lalu memberikan kue kepada anaknya.

Setelah semua barang yang diminta sudah ada, maka hari berikutnya, tepatnya dua hari sebelum pelaksanaan perayaan pengantin massal, tokoh adat melaksanakan ritual bebanten atau syukuran, tujuannya untuk menjaga keamanan dan keselamatan khususnya masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved