Penambang Timah Jarah Kolong PLTD Merawang

Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir kesal dengan ulah para penambang timah yang menambang di Kolong PLTD Merawang

Penambang Timah Jarah Kolong PLTD Merawang
IST
Puluhan penambang timah ilegal sedang melimbang timah di Kolong PLTD Merawang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir kesal dengan ulah para penambang timah yang menambang di Kolong PLTD Merawang. Apalagi kolong tersebut merupakan sumber air baku PDAM.

Sebelumnya sudah beberapa kali razia, dilakukan pihaknya bersama Tim Satpol PP dan pihak kepolisian agar para penambang berhenti melakukan penambangan tetapi tetap mereka lakukan.

"Banyak pelimbang di kolong PLTD itu. Kami sudah berkoordinasi dengan Pol PP untuk ditertibkan. Saya sudah kirim surat resmi ke Pol PP Nangka mohon bantuan untuk pengendalian dan pencegahan. Soalnya kami mengantisipasi kalau ada hal-hal terburuk seperti adanya penambang yang mendapat musibah karena mereka suduh membuat lubang- lubang dalam kolong," ungkap Wellindra, Selasa (24/11/2015) kepada bangkapos.com.

Dia khawatir jika ada korban yang tertimbun siapa yang bertanggung jawab. Nanti orang berasumsi direktur PDAM yang memberi izin.

"Padahal pasti saya sangat menolak dan tidak mau lokasi sumber air baku kami di obok-obok," tegas Wellindra.

Menurutnya, ketika mengalami kesulitan dilakukan koordinasi dengan babinsa dari kepolisian dan Satpol PP untuk menghentikan penambangan timah tersebut.

"Bukan menghindar tapi itulah koordinasi kepihak keamanan dan pengawal perda," ungkap Wellindra..

Namun ia menyayangkan tidak ada pengawalan dan pengawasan sumber air baku pahal pihaknya sudah berusaha maksimal.

"Kalau nasib apes ada pengelimbang sampai tertimbun lumpur, waduh celaka lah air kami untuk dijual, apes bener apes. Maka lebih baik mencegah dari pada sudah terjadi yang mereka gali lumpur lagi, betul-betul luar biasa beraninya," sesal Wellindra.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help