MUI Beda Pendapat Soal Bumbu Mengandung Babi di Resto Solaria

Direktur LPPOM MUI Dr Ir Lukmanul Hakim menyatakan Restoran Solaria menyediakan makanan halal, tidak betul mengandung babi.

MUI Beda Pendapat Soal Bumbu Mengandung Babi di Resto Solaria
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Situasi Restoran Solaria di satu mal di Balikpapan. Mengingat sudah punya sertifikat halal, MUI selalu membimbing dan mengawasi setiap pemilik restoran, atau penyedia produk, termasuk kepada Solaria. 

BANGKAPOS.COM, BALIKPAPAN - Restoran Solaria menyediakan makanan halal, tidak betul mengandung babi.

Hal ini disampaikan Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Dr Ir Lukmanul Hakim.

Sikap ini berbeda dengan MUI Balikpapan, yang bersama tim gabungan, menemukan positif zat haram, yakni kandungan daging babi pada dua bumbu masak Restoran Solaria Balikpapan.

“Restoran Solaria sudah memiliki sertifikat Halal dari MUI Pusat sejak 2013 lalu. Jadi, saya ini kaget, kok tiba-tiba muncul dugaan ada bumbu mengandung babi,” kata Lukmanul Hakim menjawab TribunKaltim.co, Rabu (25/11/2015).

“Untuk menambah atau mengubah bahan baku dan bumbu, maka Solaria bukan hanya berkoordinasi melainkan minta izin ke MUI,” katanya.

Atas temuan MUI setempat, Walikota Balikpapan Rizal Effendi sudah memerintahkan staf untuk mencabut sementara label halal, sambil menungu keputusan final mengenai unsur haram pada bumbu.

Sebelumnya diberitakan, tim Gabungan Operasional Razia Daging Ilegal Balikpapan menemukan dua bumbu di restoran Solaria, yang terletak di satu pusat perbelanjaan di Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan yang positif mengandung bahan tidak halal.

Tim gabungan ini terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan, Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Balikpapan, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LP POM) MUI Kaltim, dan BPPOM Provinsi Kaltim, Pihak Kepolisian, Satpol PP dan lainnya.

Sekretaris Umum MUI Balikpapan, Drs H M Jailani MSi mengatakan sidak dilaksanakan dari pukul 08.00 Wita. Ada beberapa sampel yang diambil, ternyata dari uji beberapa bahan-bahan ditemukan barang yang positif tidak halal.

Temuan tersebut berada pada bumbu campur dan bumbu rendam ayam. Kedua bumbu itu pun disita untuk selanjutnya diuji.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help