Ratusan Ibu RT Ramai-ramai Periksa Payudara

Jadi wanita diatas 30 sampai 50 tahun harus pemeriksaan IVA untuk detekasi dini. Yang sudah berhubungan seksual harus diperiksa.

Ratusan Ibu RT Ramai-ramai Periksa Payudara
Periksa kanker payudara 

RIAUSILIP, BN --Ratusan ibu rumah tangga dari desa-desa di wilayah kecamatan Riausilip selama dua hari berturut-turut, Selasa (24/11) dan Rabu (25/11) mengikuti pemeriksaan gratis deteksi kanker mulut rahim dan payudara di Puskesmas Riausilip.

Kegiatan pemeriksaan gratis ini sendiri merupakan bagian dari peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 51 di Kabupaten Bangka.

Untuk wilayah kecamatan Riausilip pemeriksaan gratis deteksi kanker mulut rahim dan payudara ini dibuka oleh Camat Riausilip H Saparuddin, Selasa (24/11).

Five Meyleni pemegang program Inspeksi Visual Asam acetat (IVA) Puskesmas Riausilip mengungkapkan untuk kegiatan pemeriksaan gratis tersebut pada hari pertama diikuti 100 peserta dari 5 desa di wilayah Kecamatan Riausilip yaitu desa Pangkalniur, Banyuasin, Berbura, Rambang dan Riau.

"Untuk pemeriksaan hari kedua , Rabu (25/11) ada 4 desa ada diundang . 1 desa 20 pasien, jadi ada 80 pasien," ungkap Five Meyleni, Selasa (24/11).

Menurutnya pemeriksaan tersebut bukan lantaran tinggi atau tidaknya penderita kanker leher rahim dan payudara, tetapi untuk deteksi dini kanker rahim.

"Jadi wanita diatas 30 sampai 50 tahun harus pemeriksaan IVA untuk detekasi dini. Yang sudah berhubungan seksual harus diperiksa," jelasnya.

Di Kecamatan Riausilip sendiri kanker Leher Rahim menurut Five belum terdeteksi.

Nmun jika pada pemeriksaan gratis tersebut ada ibu rumah tangga yang positif harus ditindaklanjuti dengan pengobatan.

"Tapia kalau postif harus ada pemeriksaan lagi 5 tahun kedepan.bahaya kanker leher rahim ini 99 persen menyebabkan kematian karena kanker," ungkap Five.

Penyebab kanker leher rahim adan payudara sendiri menurut Five salah satunya adalah pernikahan usia muda, sering berganti-ganti pasangan, gaya hidup tidak sehat.

" Penyebarannya oleh virus. Jadi yang sudah berhubungan seksual harus diperiksa. Tidak mesti yang beresiko tinggi seperti PSK," imbuhnya.(wan)

Editor: Dody
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved