BangkaPos/
Home »

Lokal

» Bangka

Mas Bakso Ternyata Pembobol Konter Hp di Sungailiat

Alasan ekonomi, ayah lima anak, Slamet Raharjo alias Mas Bakso (42), nekat mencuri.

Mas Bakso Ternyata Pembobol Konter Hp di Sungailiat
bangkapos.com/dok
Slamet Raharjo alias Mas Bakso, Senin (30/11/2015) digelandang ke Ruang Tahanan Polsek Sungailiat. 

SUNGAILIAT, BN -- Alasan ekonomi, ayah lima anak, Slamet Raharjo alias Mas Bakso (42), nekat mencuri. Pria asal Semarang yang berdomisili di Dusun 03, Paket V, Desa Saing, Puding Besar, membobol konter handphone (HP) di Simpang Kampung Pasir, Kudai, Sungailiat.

Barang curian dia jual, dan uangnya untuk makan keluarga, dan beli seragam sekolah anak.

Kini, penyesalan dan rasa malu menghantui pria kelahiran Purwodadi, 25 Februari 1973 ini. Dia bahkan sempat sesenggukan, menutup wajahnya menggunakan kedua tangan, seperti orang yang sedang menangis saat diwawancarai wartawan.

"Saya mencuri untuk beli baju sekolah anak, guru sudah minta terus. Mana bakso sudah dak jalan. Tolonglah, jangan foto wajah saya, saya malu sama orang kampung kalau difoto, saya kapok mas..nggak lagilah mencuri," kata Slamet ditemui Bangka Pos Group di Polsek Sungailiat, Senin (30/11) siang.

Slamet mengaku menginjakan kaki pertama-kali di Pulau Bangka 10 tahun silam. Saat itu dia merantau dari Semarang bermaksud tinggal di Pangkalpinang, sebagai penjual bakso. Seiring waktu, Slamet pindah ke kawasan perkebunan sawit, Paket V Desa Saing Puding Besar.

"Di sawit (Paket V Saing), saya juga jualan bakso. Tapi sekarang sepi, saya bangkrut jualan bakso," katanya meminta belas kasihan.

Sementara kata Slamet, kebutuhan keluarga tak dapat dia penuhi. Sejak itulah muncul niatnya mencari jalan pintas. Aksi pertama dilakukan Slamet beberapa bulan silam di kawasan Pasar Ikan Sungailiat. Ketika itu dia menjebol konter HP, tapi sayang, pria ini tak mendapatkan apa-apa.

Beberapa bulan berikutnya, berbekal linggis dan peratalan lain, Slamet menggunakan sepeda motor Jupiter dan kerangkeng ragak melaju dari Desa Saing ke Sungailiat. Kali ini yang dia bidik adalah konter HP di Simpang Kampung Pasir Kudai Sungailiat

"Sekitar jam empat pagi, gemboknya saya congkel, lalu saya buka pake linggis. Kemudian saya ambil HP dan rokok, saya masukan ke kantong asoi dan saya jual sama teman seharga hampir dua jutaan (rupiah). Ya itu, duitnya untuk belanja keluarga, kasih makan anak dan istri, sama beli baju sekolah anak," kata Slamet mengaku, dua anaknya sudah dewasa, satu duduk di bangku SMP dan dua di bangku SD.

"Saya ditangkap waktu sedang berada di rumah, sekitar jam 1 malam (dinihari). Saya takut sekali waktu ditangkap. Saya menyesal....nggak lagi lah mencuri," katanya mengaku kapok.

Halaman
12
Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help