Preman Jembatan Timbang Paksa Sopir Pikap Setor Rp 2 Juta

Pertama tiga orang mengejar kami dengan dua sepeda motor. Karena tidak kami beri uang, tujuh rekan mereka lainnya datang.

Preman Jembatan Timbang Paksa Sopir Pikap Setor Rp 2 Juta
Tribun Jabar
Ilustrasi 

KAYUAGUNG, BN - Agus Prayitno (47), sopir mobil Pikap yang juga warga Desa Muara Tenang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji Lampung, harus mengeluarkan uang jutaan rupiah kepada para preman.

Uang itu disebut sebagai jaminan keamanan saat melintas dari Desa Sungai Sibur Kecamatan Sungai Menang menuju Kayuagung.

Korban bersama rekannya Bahrul (47), warga Desa Sungai Sibur, Kecamatan Menang dan Marbun (27), warga Medan yang tinggal di Desa Muara Tenang, Mesuji Lampung.

Ketika korban yang menggunakan mobil pikap hitam Nomor polisi (Nopol) BE 9781 LI, Senin (30/11) pukul 16.00, dikejar 10 orang preman Jembatan Timbang, yang meminta uang keamanan Rp 500 ribu dan uang Rp 1,5 juta untuk membeli HP.

"Pertama tiga orang mengejar kami dengan dua sepeda motor. Karena tidak kami beri uang, tujuh rekan mereka lainnya datang. Setelah kami stop, mereka mengancam dengan senjata tajam dan meminta uang Rp 1,5 juta, serta uang keamanan Rp 500 ribu," ujar Agus Prayitno kepada wartawan, Selasa (1/12).

Lantaran tidak diberi, mereka langsung memukul para wajah korban hingga terluka.

"Awalnya tidak kami beri, tapi langsung memukul muka saya. Mereka kembali mengancam, sehingga terpaksa kami beri uang Rp 500 ribu, tapi mereka langsung merampas sisa uang kami lainnya sebanyak Rp 1,5 juta dan HP Nokia. Setelah itu mereka pergi entah kemana," ungkap Agus sembari mengatakan, peristiwa itu akan dilaporkan ke polisi setelah menyelesaikan urusannya di Palembang.

Dikatakannya, aksi para preman Jembatan Timbang mengejar mobil korban tersebut sempat disaksikan oleh pengemudi mobil Avanza Putih yang saat kejadian melintas dari arah Kayuagung menuju Pematang Panggang Mesuji.

"Mungkin pengemudi Avanza itu kenal dengan para pemalak tersebut. Melihat aksi pemalak ini, pengemudi tersebut mengejar sembari membawa golok. Ya jelas saja para pelaku kabur, tapi setelah pengemudi Avanza itu pergi, kawanan pemalak ini kembali mengejar kami dan akhirnya mereka merampas HP dan uang Rp 2 juta," tuturnya.

Aksi pemalakan terhadap para sopir angkutan yang melintas di PPT Pematang Panggang Mesuji ini bukan kali pertama, sebelum-sebelumnya juga banyak para sopir yang mengeluhkan hal tersebut. Bahkan jajaran Polsek Mesuji pernah beberapa kali menangkap rombongan dari preman-preman ini, namun seperti mereka tidak pernah kapok untuk melakukan pemalakan.

Halaman
12
Editor: edwardi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved