Tolak Budi Gunawan Kapolri, Dalam Rekaman Riza Chalid Sebut Jokowi Dimaki Megawati

Dalam rekaman yang diputar di sidang Mahkamah Kehormatan Dewan, suara yang diduga milik pengusaha minyak Riza Chalid menyebut Presiden Joko Widodo

Tolak Budi Gunawan Kapolri, Dalam Rekaman Riza Chalid Sebut Jokowi Dimaki Megawati
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden RI Joko Widodo memberikan closing speech saat menghadiri Kompas 100 CEO Forum 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (26/11/2015). Harian Kompas bekerjasama dengan BNI menyelenggarakan 100 CEO Forum 2016 dengan tema Memantapkan Perekonomian Indonesia 2016 dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan latar belakang yang lebih jelas mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat ini dan tahun depan. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA,  - Dalam rekaman yang diputar di sidang Mahkamah Kehormatan Dewan, suara yang diduga milik pengusaha minyak Riza Chalid menyebut Presiden Joko Widodo sempat dimaki-maki oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Sebab, Jokowi menolak pengangkatan Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Rekaman yang diduga suara Riza itu menyebut kejadian itu berlangsung di Solo. Elite Parpol Koalisi Indonesia Hebat juga hadir saat kejadian tersebut.

"Di Solo ada…., ada Surya Paloh, ada Si Pak Wiranto pokoknya koalisi mereka. Dimaki-maki, Pak, Jokowi itu sama Megawati di Solo. Dia tolak BG," kata suara yang diduga Riza seperti dalam rekaman yang diperdengarkan di sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Rabu (2/12/2015).

Pada Februari lalu, Presiden Jokowi memang sempat mengusulkan Budi Gunawan sebagai Kapolri. Setelah itu, Budi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Namun, Komisi III tetap memutuskan untuk meloloskan Budi dalam fit and proper test.

Kendati demikian, Presiden tetap membatalkan pelantikan Budi dan mengusulkan Badrodin Haiti sebagai calon Kapolri yang baru.

Presiden mengatakan, pencalonan Budi Gunawan sebagai kepala Polri telah menimbulkan perbedaan pendapat di masyarakat.

Dalam rekaman, suara yang diduga Riza itu mengaku heran dengan keberanian Jokowi itu.

"Gila itu, sarap itu. Padahal, ini orang baik kekuatannya apa, kok sampai seleher melawan Megawati," ucap suara yang diduga Riza.

Tak hanya itu, dia pun menyinggung peran mantan ajudan Megawati itu memenangkan Jokowi-Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014.

"Padahal pada waktu pilpres, kita mesti menang, Pak. Kita mesti menang Pak dari Prabowo ini. Kalian operasi, simpul-simpulnya Babimnas. Bapak ahlinya, saya tahu saya tahu itu," ucap suara yang diduga Riza.

"Babimnas itu bergerak atas gerakannya BG sama Pak Syafruddin. Syafruddin itu Propam. Polda-polda diminta untuk bergerak ke sana. Rusaklah kita punya di lapangan," ucapnya.

Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved