Massa Tabur Beras Kuning di DPRD Belitung

Massa Tanjung Binga, Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Kamis (3/12/2015) mendatangi gedung DPRD Belitung.

Laporan wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Massa Tanjung Binga, Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Kamis (3/12/2015) mendatangi gedung DPRD Belitung. Mereka menuntut wakil rakyat, untuk membentuk pansus sengketa lahan di Tanjung Binga.

Mereka berunjuk rasa, dengan membawa spanduk, poster dan melakukan orasi. Tuntutan dari pengunjuk rasa itu, meminta wakil rakyat agar segera membentuk panitia khusus (pansus), sengketa lahan di Tanjung Bingga.

"Segera anggota Dewan bertindak dengan kasus ini, bentuk pansus. Kasus sengketa lahan ini, sudah cukup lama berlarut-larut. Kami ke sini (DPRD) sudah enam kali, tapi sampai sekarang, tindaklanjutnya tidak ada," teriak salah satu pendemo bernama Suherman, Kamis (3/12/2015).

Sengketa lahan yang terjadi ini, secara keseluruhan melibatkan dua Desa, yaitu Desa Tanjung Binga dan Desa Keciput, Kecamatan Sijuk. Massa pendemo hanya meminta, agar lahan-lahan milik mereka untuk diselamatkan.

"Ini sih memang lahan kami belum kenak. Tapi bukan tidak mungkin nanti lahan - lahan kami kenak juga, soalnya hampir 100 hektar di Desa kami (Keciput), sebagian sudah kenak, patok-patok sudah dipasang," ujar Aman.

Massa pendemo ini, mengatasnamakan gerakan peduli kampong, meminta langsung ketua DPRD Kabupaten Belitung, Taufik Rizani, agar mengambil sikap tegas, untuk segera membentuk pansus sengketa lahan.

"Kami minta juga, ketua Komisi III untuk bersikap tegas, memanggil Kapolres Belitung dalam kasus sengketa lahan di Tanjung Binga. Bupati juga, kami minta untuk kembalikan tanah/lahan warga, jangan biarkan di Jajah oleh pihak-pihak lain," kata Sumardi, Juru Bicara (Jubir) pendemo kepada Posbelitung.com, Kamis (3/12/2015)

Tabur Beras Kuning

Unjuk rasa terhadap kasus sengketa lahan di Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Kamis (3/12) dihiasi dengan posesi adat. Puluhan massa yang mendatangi kantor DPRD Kabupaten Belitung itu, menaburi beras kuning.

Tepatnya didepan teras bagian depan kantor wakil rakyat itu, puluhan massa itu melemparkan tumpukan beras kuning dari genggaman tangan, dan menaburkan keatas. Itu kali pertama dilakukan oleh koordinator lapangan (korlap) yaitu Sumandi, serta di ikuti oleh beberapa rekannya.

"Ini ritual adat, agar semuanya selamat," ucap salah satu Massa pendemo, Aman ketika ditanya Pos Belitung maksud dan tujuan dari menaburkan beras kuning itu, Kamis (3/12/2015) disela-sela unjuk rasa.

Taburan beras kuning itu, sebanyak tiga kali dilayangkan oleh pengujuk rasa ke atas. Awalnya beras kuning tersebut, telah dipersiapkan oleh massa pengunjuk rasa ini di dalam sebuah plastik bening.

Beberapa selang melakukan unjuk rasa, puluhan massa ini akhirnya bertemukan dengan sejumlah anggota dewan. Selanjutnya, 15 orang perwakilan massa pro Ajuin ini diperkenan masuk ke ruang rapat DPRD Belitung, untuk melakukan audiensi.

Penulis: Disa Aryandi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved