Lestarikan Tradisi Adat, Wagub Babel Hadiri Rebo Kasan

Wakil Gubernur Hidayat Arsani, Rabu (9/12/2015) sejak pukul 08.30 WIB sudah tiba di Masjid Baitul Ikhsan Dusun Mudel Desa Air Anyir

Lestarikan Tradisi Adat, Wagub Babel Hadiri Rebo Kasan
dok. bangkapos.com
Tokoh Masyarakat Desa Air Anyir, Arsyad dan Arrahman melakukan pencelupan kertas yang berisi doa kepada Allah SWT agar ke air wafak agar bisa menolak balak, Rabu (17/12/2014) saat Upacara Adat Rebo Kasan di Masjid Al Farhan Kamal Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Wakil Gubernur Hidayat Arsani, Rabu (9/12/2015) sejak pukul 08.30 WIB sudah tiba di Masjid Baitul Ikhsan Dusun Mudel Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka untuk menghadiri Tradisi Adat Rebo Kasan.

Kegiatan ini dihadiri Sekda Bangka H Fery Insani yang mewakili Bupati Bangka H Tarmizi Saat dan Wakil Bupati Bangka Rustamsyah sebagai tuan rumah, Wakil Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi, Anggota DPRD Kabupaten Bangka Iskandar, Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana, Kepala Disbudpar Kabupaten Bangka Teddy Sudarsono, Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Bangka, para Kepala SKPD di Kabupaten Bangka, Ketua PKK Kabupaten Bangka Hj Mina Tarmizi, serta undangan lainnya.

Pada Tahun 2015 ini, Tradisi Adat Rebo Kasan dipusatkan di Dusun Mudel, biasanya secara bergiliran setiap tahun ritual adat tolak bala ini dilaksanakan di dusun-dusun yang berada di Desa Air Anyir.

Kadus Mudel Hamdan mengatakan Tradisi Adat Rabu Kasan ini merupakan salah satu hari yang menjadi adat kebiasaan orang-orang tua di dusun mereka sejak zaman dahulu. Kegiatan ini suatu kearifan yang sangat syarat mengandung nilai-nilai sosial dan budaya.

"Rasanya masih layak untuk dipertahankan. Perlu digarisbawahi bahwa inti dari acara ini adalah serangkaian doa yang dipanjatkan semata-mata karena Allah SWT," jelas Hamdan membacakan riwayat Rebo Kasan.

Menurutnya, hari ini Rabu akhir di bulan Syafar lazimnya disebut Kabu Kasan.

"Tidak ada satu dalilpun baik dari nash Al Qur'an maupun dari Al Hadish Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan masalah hukumnya wajib ataupun sunnah. Jadi dikembalikan hukumnya kepada adat yang diadatkan. Adat yang diadatkan boleh saja dipakai selama dia tidak bertentangan dengan hukum syarak," kata Hamdan.

Diakhir bulan Shafar sebagian ulama mengatakan bahwa diturunkan tiap-tiap tahun oleh Allah SWT 320.000 balak dan sekalian yang tersebut itu diturunkan diakhir bulan Syafar.

"Para ulama menerangkan bahwasanya dikerjakan oleh orang Islam sembahyang sunat empat rokaat dan membaca pada tiap-tiap rakaat sehabis membaca surah Al Fatiha, surat Al Kautsar 17 kali, surah Al Ihlas lima kali, Al Falak satu kali dan surat Annas satu kali, boleh satu kali salam dan boleh dua kali salam," jelas Hamdan.

Tradisi Adat Rebo Kasan ini berdasarkan adat diawali dengan azan, kemudian mencelupkan wafak ke dalam air dan minum air wafak, membaca doa, ketupat lepas.

Pencelupan wafak ini menurut HamdanI hanya suatu ikhtiar dan usaha semata bukan untuk menolak bala dan bukan pula untuk menghindar dari musibah tetapi memohon kepada Allah semoga kuat imam dan tetap iman di saat sedang menjalani ujian dan musibah dari Allah.

Sedangkan ketupat lepas, merupakan salah satu budaua yang melambangkan kebersamaan sesama umat sebagaimana melestarikan budaya Sepintu Sedulang.

Penulis: nurhayati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help