Peluang Investasi 2016, Inilah Yang Harus Anda Ketahui

Memandang rupiah di tahun 2016 mendatang, ada beragam faktor yang akan membayangi pergerakan mata uang Garuda.

Peluang Investasi 2016, Inilah Yang Harus Anda Ketahui
IST
Ilustrasi

Langkah teranyar PBOC adalah kembali menurunkan nilai tengah yuan sebesar 0,1 persen sehingga bertengger di level 6,4140 yuan per dollar AS di Rabu (9/12/2015).

Valuasi yuan ini menembus level terendahnya sejak 2011 silam. Jelas ini bukan langkah kebijakan moneter longgar China yang terakhir.

Masih akan ada rentetan lanjutannya di tahun 2016. Hal tersebut juga akan memberikan imbas pada pergerakan rupiah tahun 2016.

Beralih ke sisi internal, ada peluang daya dongkrak yang berasal dari sentimen domestik. Pertama, minat pembiayaan dan investasi dari investor asing masih akan tinggi. Melihat dari beragam stimulus yang sudah dijabarkan pada paket kebijakan ekonomi pemerintah.

Upaya tersebut akan menggenjot daya tarik investor di pasar Indonesia. Tentunya jika pembiayaan luar negeri terus mengalir masuk, efeknya akan positif terhadap pergerakan rupiah.

"Minat itu masih akan besar terutama dari Tiongkok," duga Helmi.

Bukan berarti genjotan aktivitas ekonomi dalam negeri terutama infrastruktur tersebut akan mulus tanpa rintangan.

Dengan tingginya impor infrastruktur karena kebutuhan yang meningkat bisa bermuara pada naiknya defisit transasksi berjalan Indonesia.

Namun hal tersebut tidak akan menjadi faktor dominan yang mempengaruhi rupiah.

"Terlihat momentum penguatan rupiah di 2016 akan terjaga jika aktivitas ekonomi yang meningkat diikuti dengan genjotan angka pertumbuhan ekonomi domestik terutama dari sisi infrastruktur," perkiraan Helmi.

Meskipun tekanan negatif dari eksternal tidak bisa dihapuskan begitu saja, namun dengan adanya daya tahan dari dalam negeri itu, nilai rupiah bisa terjaga.

Tekanan negatif tidak akan menyeret rupiah pada pelemahan sedalam yang dialami mata uang Garuda di tahun 2015 ini. (Issa Almawadi/KONTAN)

Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help