Pejabat Tebo Akui Tata Ruang Bangka Terbaik

Abu Bakar mengatakan, kunjungan tersebut untuk mempelajari rencana detail tata ruang (RDTR) Kabupaten Bangka.

Pejabat Tebo Akui Tata Ruang Bangka Terbaik
bangkapos.com/Nurhayati
Rombongan Pemkab Tebo dipimpin H Abu Bakar, Assisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tebo (baju putih) berfoto bersama Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Pan Budi Marwoto dan Kepala SKPD di Pemkab Bangka saat berkunjung ke Pemkab Bangka, Jumat (10/12/2015) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Rombongan Pemkab Tebo, Provinsi Jambi, berkunjung ke Kabupaten Bangka. Rombongan yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tebo, Abu Bakar, diterima oleh pejabat Pemkab Bangka di ruang rapat Bina Praja kantor bupati setempat, Jumat (11/12).

Abu Bakar mengatakan, kunjungan tersebut untuk mempelajari rencana detail tata ruang (RDTR) Kabupaten Bangka.

"Secara geografis sebenarnya Tebo itu hampir sama. Dalam pengelolan tata ruang di Kabupaten Bangka, di Sungailiat ini, jauh lebih baik," kata Abu Bakar.

Hal itulah yang mendorong pihaknya untuk mempelajari RDTR Kabupaten Bangka. Kabupaten Tebo merupakan kabupaten hasil pemekaran sedangkan Kabupaten Bangka adalah kabupaten induk.

Karena itu, menurut Abu Bakar, wajar jika pihaknya berguru pada Pemkab Bangka. Ilmu yang mereka dapatkan dari Pemkab Bangka akan dimanfaatkan dalam melengkapi dan menyusun RDTR Kabupaten Tebo.

"Kami melihat dari berbagai kabupaten kota yang ada di Indonesia, setelah kami melihat, kami pelajari, ternyata Kabupaten Bangka yang terbaik. Kami pilih ini sebagai tempat menimba pengetahuan, belajar. Nanti, kami terapkan di Kabupaten Tebo," ujar Abu Bakar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangka, Pan Budi Marwoto, mengatakan, dalam pembuatan RDTR dan rencana tata ruang wilayah (RTRW), Pemkab Bangka menjalin kerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG).

"Kami kerjakan sendiri drafnya, kami konsultasikan Kementerian Pekerjaan Umum dan BIG. Persetujuan substansi dari Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN). Kalau sudah clear, baru kita susun menjadi RTRW dan RDTR" kata Pan Budi.

"Untuk penyusunan RTRW kami buat sendiri. Ini 100 kali lebih baik dari yang disusun pihak konsultan karena yang paham daerah kita adalah kita sendiri yang ada di daerah, bukan orang luar. Rp 800 juta terbang menguap kalau kita menggunakan konsultan karena pihak konsultan cuma copy paste," ujarnya.

Majelis sabtu
Menurut Pan Budi, kerja sama Pemkab Bangka dengan BIG bertujuan untuk mendapat penjaminan kualitas peta rinci tata ruang.

"BKPRN untuk penjaminan kesesuaian tata ruang nasional dengan tata ruang daerah," katanya.

Dalam penyusunan RTRW maupun RDTR Kabupaten Bangka, lanjut Pan Budi, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait melakukan pembahasan setiap Sabtu yang dinamakan Majelis Sabtu. (Chy)

Editor: Hendra
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved