Jajanan Keliling Tidak Higienis

Keberadaan jajanan sekolah yang sering dijual pedagang keliling diragukan kebersihannya. Untuk itu perlu perhatian dinas terkait.

Jajanan Keliling Tidak Higienis
Bangkapos.com/dokumentasi
Sejumlah murid SDN Margahayu 1 membeli jajanan di kantin sekolah yang telah diberi label stiker dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Selasa (17/2/2015). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Keberadaan jajanan sekolah yang sering dijual pedagang keliling diragukan kebersihannya. Untuk itu perlu perhatian dinas terkait terhadap kualitas jajanan yang dikonsumsi siswa di sekolah.

Depati MA Gandhi, anggota DPRD Kota Pangkalpinang mengatakan untuk menjaga kualitas jajanan siswa tetap higienis perlu perhatian khusus dari dinas pendidikan dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Babel.

“Pemeriksaan tentunya harus melibatkan BPOM. Khusus mengenai jajanan di lingkungan sekolah melalui dinas pendidikan kita akan meminta agar disdik segera mengeluarkan surat imbauan kepada para kepala sekolah untuk memperhatikan kualitas jajanan di lingkungan sekolah mereka,” kata Depati Gandhi harian ini, Minggu (20/12/2015).

Menurut Gandhi terlalu banyaknya pedagang keliling yang menjajakan makanannya ke sekolah sehingga sulit dideteksi kebersihannya.

“Baik kantin resmi sekolah maupun pedagang makanan keliling yang sering mangkal di luar sekolah, memang sangat sulit mendeteksi keberadaan penjajal makanan diluar sekolah ini, karena mereka berpindah lokasi. Namun melalui pendekatan khusus kita harap pedagang jajanan keliling secara sadar menjaga kebersihan dagangannya,” lanjut Depati Gandhi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Edison Taher mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah maupun dinas kesehatan untuk memeriksa setiap jajanan yang dijual di lingkungan sekolah, termasuk melarang siswa untuk jajan di luar lingkungan sekolah.

“Sudah ada aturan di sekolah jangan makan sembarangan dilarang jajan di luar sekolah, dan untuk pedagang agar menjaga kebersihan makanannya,” kata Edison kepada harian ini Minggu (20/12).

Menurut Edison selama ini dinas pendidikan telah berkoordinasi dengaan dinas kesehatan untuk melihat sampel makanan yang dijual.

“Kita melalui dinas kesehatan, mengambil sampel untuk diperiksanya, sekolah bekerjasama untuk memeriksa makanan yang dijual,” ujar Edison.

Edison menjelaskan selama ini pihaknya belum pernah menemukan jajanan berbahaya yang dijual di lingkungan sekolah.

“Belum ada temuan, dari dinas kesehatan yang memeriksa di sekolah. Apakah ada kadar bakteri di dalamnya? Kita telah sampaikan ke sekolah lalu pihak sekolah menyampaikan ke penjual untuk menjaga kebersihan jajananya,” tandas Edison. (n4)

Editor: didit
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved