Pemilik Skuter Piaggio Wajib Lakukan Ritual Ini

Skutik Vespa Piaggio modern butuh perawatan khusus agar performa dan keindahaannya tidak menurun.

Pemilik Skuter Piaggio Wajib Lakukan Ritual Ini
Ghulam/Otomania
CVT Vespa matik yang sedang dibersihkan. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Skutik Vespa Piaggio modern jika kendarai memang memberikan kesan tersendiri, dibanding ketika menggunakan kendaraan lain.

Namun, jangan hanya nikmat mengendarai, tanpa mengerti apa yang harus dilakukan untuk perawatan.

Budiman, Manager Aldials, bengkel spesialis Vespa Piaggio mengatakan, kebanyakan orang hanya bisa menggunakannya, tanpa bisa merawat Skutik italia ini.

Entah karena memang tidak mengerti atau bisa juga karena malas.

“Apapun faktor penyebabnya, Skutik ini harus diberi perhatian agar performa dan keindahan tubuhnya tidak menurun,” ujar pria yang akrab disapa Qimuy kepada Otomania, Kamis (24/12/2015).

Pertama, kata Qimuy, untuk bagian luar terlebih dahulu (body), yang wajib deperhatikan yaitu setelah terkena air hujan, jangan dibiarkan begitu saja.

Sebaiknya ambil air bersih dan bilas semua tubuhnya dari hingga bagian kolong.

“Pada Vespa modern, sudah banyak bagian-bagian yang dibuat dari bahan bahan chrome. Jadi kalau tidak peduli akan kebersihannya, siap-siap saja dipusingkan dengan karat. Kemudian juga pada bagian kolong, yang cukup dekat dengan komponen-komponen penting pada Skutik, jadi harus selalu bersih agar tidak cepat keropos. Sehingga kerusakannya bisa merembet ke bagian mesin,” jelas Qimuy.

Kemudian yang kedua lanjut Qimuy, peraawatan bagian mesin.

Ini merupakan hal umum dan sepele, namun banyak yang mengabaikannnya, yaitu rutin mengganti oli mesin.

“Ingin jalan atau tidak skuter Vespa atau Piaggio-nya, minimal dua bulan sekali harus diganti, untuk menjaga keawetan mesin,” ujar Qimuy.

Ketiga, cara berkendara yang yang tidak ugal-ugalan.

Perhatikan jalan rusak dan lubang, atur kecepatan agar goncangan sepeda motor tidak terlalu parahparah, yang menyebabkan injektor bisa patah.

“Memang fatalnya injektor, tapi ada juga komponen lain yang akan terganggu, seperti soket-soket yang bisa terlepas,” ujar Qimuy. (*)

Editor: didit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved