Ini Namanya Diskon Tipu-tipu, Hari Biasa Rp 200 Ribu, Akhir Tahun Jadi Rp 400 Ribu

Potongan harga produk hanya modus pihak mal untuk menarik minat konsumen.

Ini Namanya Diskon Tipu-tipu, Hari Biasa Rp 200 Ribu, Akhir Tahun Jadi Rp 400 Ribu
Bukbis Candra Ismet Bey
Pengunjung memilih produk dagangan yang menawarkan potongan harga besar di salah satu tempat perbelanjaan, Jalan Cileunyi Raya, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/12/2015). Jelang akhir tahun sejumlah pusat perbelanjaan mulai ramai dikunjungi masyarakat karena banyak menawarkan potongan harga aneka kebutuhan Natal dan tahun baru. 

BANGKAPOS.COM - Akhir tahun identik dengan musim diskon. Bagi para pencinta belanja, ini tak boleh dilewatkan.

Namun, hati-hati. Sebab, tak tak sedikit pula diskon yang ditawarkan tenyata bukan benar-benar diskon.

Seperti yang diungkapkan oleh Eny (28), warga Buahbatu, Bandung. Ia mengaku pernah beberapa kali hampir tertipu dengan diskon yang ditawarkan di sejumlah mal.

Salah satunya, ketika ia hendak membeli sebuah produk fesyen.

Saking seringnya berbelanja, kata Eny, ia hafal harga sejumlah produk terutama dari brand-brand yang sering ia beli.

"Misalnya, produk A harga di hari biasanya Rp 200 ribu. Ketika musim diskon, dihargai Rp 400 ribu dan kemudian didiskon 50 persen. Ya kan sama-sama saja. Itu diskon tipu-tipu, karena saya tahu harga normalnya," ujar Eny saat ditemui di salah satu pusat berlanjaan di kawasan Jalan Dalem Kaum, Bandung, Minggu (20/12).

Menurut ibu satu anak ini, potongan harga hingga 50 persen itut hanya upaya pihak mal untuk menarik minat konsumen.

Modusnya, harga produk tersebut dinaikkan hingga dua kali lipat, kemudian didiskon Rp 50 persen sehingga harga jualnya sebenarnya tetap sama dengan harga normal.

Kebanyakan konsumen, ujarnya, "tertipu" karena tidak mengetahui harga normal produk sebelum didiskon.

"Karena itu, menurut saya, YLKI dan pemerintah harus memberikan sanksi kepada pemilik mal atau toko yang menerapkan modus seperti itu karena sudah jelas menipu konsumen," kata dia. "Kebanyakan konsumen kan apalagi wanita sudah duluan tergoda bila melihat kata diskon. Padahal banyak produk yang justru memberikan diskon palsu. Ya, saya sarankan, sih, hati-hati saja."

Selain modus menaikkan dahulu harga produk sebelum memberikan diskon, ada pula modus mencantumkan angka diskon yang besar, akan tetapi ternyata dengan syarat, misalnya, diskon itu baru berlaku pada pembelian kedua.

Contoh, untuk produk A, pihak mal memberi diskon 70 persen dan memampang tulisannya dalam ukuran besar, sementara keterangan bahwa diskon itu baru berlaku pada pembelian kedua ditulis dalam ukuran huruf yang lebih kecil.

"Ini juga sebenarnya sebuah bentuk 'penipuan'. Calon pembeli harus benar-benar jeli," ujar Indri (24), karyawati swasta, warga Jalan Karapitan, Bandung, ketika ditemui di salah satu supermarket di kawasan Jalan Buahbatu.

Modus diskon lainnya adalah beli satu gratis satu, atau sejenisnya. Kalimat "beli satu gratis satu" ini sesungguhnya sama saja dengan kalimat "diskon 50 persen".

Dan, tentu saja, ini pun harus diwaspadai, sebab bisa saja, semenarnya, harga produknya telah lebih dahulu dinaikkan dari harga normal sebelum dimasukkan dalam program "beli satu gratis satu".

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved