Tarif Listrik Turun, Warga Minta Jangan Naik Lagi

Tarif listrik di tegangan rendah (TR), baik untuk rumah tangga, bisnis skala menengah, dan kantor pemerintah skala menengah, turun

Tarif Listrik Turun, Warga Minta Jangan Naik Lagi
http://poskotanews.com/
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Masyarakat menyambut baik rencana penurunan tarif dasar listrik yang dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara.  Penurunan tarif diberlakukan pada Januari 2015.

"Kita sangat senang tarif listrik turun. Apalagi ekonomi yang lesu seperti ini, memang sudah sewajarnya turun," kata Amun warga Pangkalpinang Bangka Belitung, Kamis (31/12/2015).

Pemilik kedai makanan ini mengaku pemerintah saat ini menaik turunkan tarif semaunya. "Mulai dari BBM, listrik semuanya naik turun. Akibatnya ekonomi rakyat tak stabil. Kalau memang harganya turun, jangan dinaikan lagi," katanya.

Rencananya sebanyak 12 golongan pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengikuti mekanisme tarif adjustment akan mengalami penurunan tarif per Januari 2016.

Penurunan tarif listrik bervariasi, rata-rata Rp 100 per kilowatt hour (kWh).

Tarif listrik di tegangan rendah (TR), baik untuk rumah tangga, bisnis skala menengah, dan kantor pemerintah skala menengah, turun dari Rp 1.509,38 per kWh menjadi Rp 1.409,16 per kWh.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun mengatakan, penurunan tarif karena makro ekonomi (kurs, ICP, dan inflasi) pada golongan TR sebesar Rp 12,3 kWh. Sedangkan penurunan tarif dikarenakan efisiensi PLN pada golongan TR sebesar Rp 87,92 per kWh.

Sementara itu, tarif listrik di tegangan menengah (TM) untuk bisnis skala besar, kantor pemerintah skala besar, dan industri skala besar, turun dari Rp 1.104,73 per kWh menjadi Rp 1.007,15 per kWh.

Penurunan tarif TM yang disebabkan makro ekonomi sebesar Rp 9,01 per kWh. Sedangkan, penurunan tarif disebabkan efisiensi PLN sebesar Rp 88,57 per kWh.

Adapun tarif listrik tegangan tinggi (TT) untuk industri skala besar turun dari Rp 1.059,99 per kWh menjadi Rp 970,35 per kWh.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help