Maskot Asian Games Dinilai Tidak Menjual

Logo Asian Games 2018 yang diperkenalkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dari sudut bisnis tidak memiliki nilai jual.

Maskot Asian Games Dinilai Tidak Menjual
twitter
maskot Asian Games 2018 

Maskot yang baik adalah maskot yang memiliki nilai jual. Sevital apakah peranan nilai jual bagi sebuah maskot, apalagi untuk ajang internasional sekelas Asian Games?

Praktisi sekaligus kreator animasi Andi Martin mengatakan, logo Asian Games 2018 yang diperkenalkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dari sudut pandang bisnis tidak memiliki nilai jual.

Andi yang menjadi pendiri Main Studio dan pencetus karakter animasi Si Hebring itu menganggap nilai jual memiliki peranan sangat penting untuk sebuah maskot, terkait dengan licensing dan merchandising.

"Ini penting untuk intentitas logo acara kelas internasional, kedua juga menyangkut licensing dan merchandise juga," demikian kata Andi saat dihubungi Nextren melalui telefon, Jumat (1/1/2016).

"Kalau merchandise nggak ada nilai komersilnya, nggak ada yang mau beli juga kan?" imbuh Andi.

Terkait dengan desain maskot Asian Games yang telah dikenalkan oleh Kemenpora, Andi mengaku kecewa, sebab di Indonesia menurutnya banyak talenta-talenta muda di bidang desain yang bisa membuat desain yang lebih baik dan bisa dikaryakan.

"Kita lihat, bentuk tangannya nggak beraturan, mau jari atau sayap nggak jelas, banyak yang bisa dipertanyakan, banyak kok desainer kita yang bagus-bagus" katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, desain maskot Asian Games 2018 yang diperkenalkan oleh Kemenpora pada Minggu (27/12/2015) lalu menuai banyak kritikan. Maskot burung cenderawasih yang diberi nama Drawa itu dianggap dibuat asal jadi demi memenuhi tenggat waktu.

Kemenpora pun dalam keterangan tertulisnya tertanggal 31 Desember 2015 mengatakan menanggapi positif reaksi yang terjadi di masyarakat, karena merupakan kepedulian terhadap kualitas penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia.

Tindak lanjutnya, Kemenpora akan menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk merevisi maskot Asian Games 2018 tersebut.

Cenderawasih akan tetap dipakai sebagai maskot, namun desainnya akan diubah.

Kemenpora, Bekraf dan Komite Olahraga Indonesia (KOI) akan menggelar rapat di minggu pertama bulan Januari 2016.

Bekraf juga akan mengundang sejumlah kalangan profesional tertentu di bidang ekonomi kreatif untuk turut berkontribusi sesuai keampuannya.

Kemenpora menegaskan, revisi maskot Asian Games 2018 bukan dalam bentuk sayembara terbuka, tetapi akan ditunjuk pihak tertentu yang dianggap memiliki kredibilitas di bidang maskot.

Editor: edwardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help