BangkaPos/

Penjualan Mobil Tahun 2016 Diprediksi Meningkat Kalau BBM Turun

Tentang mobil jenis apa yang paling diminati, Bebin menyebutkan mobil jenis MPV masih akan paling laris terjual.

Penjualan Mobil Tahun 2016 Diprediksi Meningkat Kalau BBM Turun
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah pengunjung memadati beberapa booth pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (30/8/2015). Hari terakhir ajang GIIAS 2015, masih banyak pengunjung berdatangan. dan menurut data, pengunjung GIIAS 2015 tembus hingga 400 ribu pengunjung. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA – Pengamat otomotif Bebin Djuana memperkirakan, kebijakan penurunan harga BBM jenis premium dan solar masing-masing sebesar Rp 150 dan Rp 750 per liter oleh Pemerintah mulai 5 Januari 2015 akan membantu menggenjot penjualan mobil bekas di Tanah Air.

"Ketika orang tak mampu membeli yang baru, yang bekas akan diambil," ungkap Bebin dalam perbincangan dengan Tribun via telepon, akhir pekan lalu (27/12/2015).

Bebin memperkirakan penjualan mobil baru tahun 2016 masih akan lesu. Sampai kapan kondisi lesu akan berlangsung?

"Sebenarnya ada peluang membaik asal nilai tukar rupiah kita juga membaik. Faktanya, nilai tukar rupiah belum membaik. Satu USD masih di Rp 13.000-an," kata Bebin.

Tentang mobil jenis apa yang paling diminati, Bebin menyebutkan mobil jenis MPV masih akan paling laris terjual.

Tapi karena pasar tidak membesar, dia mensinyalir akan terjadi saling kanibal segmen pembeli yang berakibat pertempuran diantara APM semakin sengit.

Dia mencontohkan, SUV dan MPV terbaru dari Honda, Honda HR-V dan BR-V kini banyak diminati konsumen selain MPV Mobilio.

"Tren ini belum tentu menggambarkan market tumbuh, karena ada potensi memakan konsumen merk atau mobil di segmen lain. Nanti kita lihat, mobil dari merk apa yang akan turun pasarnya di segmen harga Rp 200 juta-Rp 250 jutaan.

"Jadi karena market tidak membesar di 2016, kalau ada merk yang penjualannya naik, akan ada merk yang penjualannya bakal turun. Saya belum melihat titik terang di 2016," jelasnya.

Bebin menyebut, volume penjualan mobil di semua segmen dan merk pada 2016 akan relatif sama seperti di 2015, yakni mendekati Rp 1 juta unit.

"Kalau penjualannya bisa menyamai 2015 saja sudah syukur. Klau Gaikindo menyebut optimisme bisa di atas Rp 1 juta unit, jangan-jangan itu angka penjualan wholesale (penjualan dari APM ke dealer), bukan penjualan riil ke konsumen akhir," tegas Bebin.

Sebelumnya, Noergadjito, Sekretaris Jenderal Gaikindo memproyeksikan penjualan kendaraan roda empat di 2016 akan tumbuh 7 persen dengan mengacu pada asumsi pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5 persen.

Angkanya sebesar 1,17 juta unit, dari taksiran total penjualan di 2015 sebesar 1,1 juta unit.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help