BangkaPos/

Uang Rp 10 Juta Melayang, SK CPNS Tak Juga Keluar

Korban harus kecewa berat karena surat keputusan (SK) CPNS yang dijanjikan itu tak kunjung diterima.

Uang Rp 10 Juta Melayang, SK CPNS Tak Juga Keluar
bangkapos.com/Ajie Gusti Prabowo
Ilustrasi: Pelamar CPNS kabupaten Basel yang tengah menunggu antrean.

BANGKAPOS.COM, AIRMADIDI - Jadwal perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) belum jelas, namun para calo diMinahasa Utara (Minut) justru mulai beraksi. Bahkan aksi calo ini sudah memakan korban.

Korban yang sudah terlanjur berharap sebagaimana yang dijanjikan oleh sang calo yang mengaku bernama Djuma.

Korban harus kecewa berat karena surat keputusan (SK) CPNS yang dijanjikan itu tak kunjung diterima.

Padahal, korban sudah memberikan uang sebagai pelicin. Korban memberikan panjar senilai Rp 10 juta. Akhirnya, Bram, suami korban pun melapor kepada pihak kepolisian.

"Saya terpaksa melapor, karena hingga saat ini belum ada kejelasan soal kapan istri saya diangkat jadi CPNS. Karena janji dari Djuma ketika awal menyetor uang, Oktober 2015 sudah diangkat, tapi hingga saat ini tak jelas," ungkap Bram, di hadapan petugas SPKT Polres Minut, Rabu (30/12/2015).

Menurut dia, istrinya ditawari terlapor untuk diangkat jadi CPNSdengan syarat membayar Rp 50 juta.

"Karena uang tak cukup, maka waktu itu kami panjar Rp 10 Juta, dan bukti kuitansinya ada, termasuk rekaman video penyerahan uang kepada terlapor," ujarnya.

Alasan pihaknya yakin dan percaya kalau penawaran itu benar, mereka dapat dari oknum kepala dinas di lingkup pemkab Minut, dimana yang bersangkutan memberi keyakinan bahwa anaknya lolos jadi CPNS lewat bantuan Djuma.

"Yang meyakinkan kami itu adalah Ibu kadis, karena anak ibu kadis lolos lewat Djuma," ujarnya.

Lebih memiriskan lagi, transaksi atau bayar membayar itu justru berlangsung di dalam ruang kerja oknum kepala dinas dan disaksikan oleh yang bersangkutan, sebagaimana dalam rekaman video yang kini jadi barang bukti dalam kasus itu.

"Dalam video itu sangat jelas oknum kadis ada di situ melihat proses penyerahan ada di ruang kerjanya," tambahnya.

Terkait laporan itu, Kapolres Minut AKBP Eko Irianto mengaku akan memproses kasus tersebut.

"Para pelapor sudah menghadap saya tadi dan saya minta mereka lengkapi bukti yakni video dan kuitansi," kata Eko.

Terkait diseretnya nama oknum pejabat pemkab dalam kasus itu, Irianto, mengaku akan menyelidikinya. (Tribun Manado/Susanto Amisan)

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help