BangkaPos/

Waspada! Anak Tubuh Gempal Risiko Impoten Saat Dewasa

Anak yang memiliki berat badan berlebihan tentu akan berisiko mengalami berbagai penyakit membahayakan ketika dewasa, mulai dari impotensi dan...

Waspada! Anak Tubuh Gempal Risiko Impoten Saat Dewasa
net
ilustrasi 

ANAK yang bertubuh gempal atau gendut memang terlihat lebih lucu, namun bagaimana bila anak tersebut memiliki berat badan yang berlebihan alias obesitas.

BACA: Ini Dia 5 Cara Mengatasi Bau Mulut dengan Menggunakan Minyak

Anak yang memiliki berat badan berlebihan tentu akan berisiko mengalami berbagai penyakit membahayakan ketika dewasa, mulai dari impotensi dan gangguan kesuburan, dan berbagai penyakit berbahaya lainnya yang disebabkan oleh penurunan kadar testosteron.

Dikutip dari dokterid, Obesitas pada anak disebabkan oleh beberapa faktor, seperti genetik dan lingkungan. Orangtua yang membiarkan anak-anak mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi, makanan olahan, minuman bersoda, minuman botol yang mengandung gula dan bahan pengawet yang tinggi dapat membuat berat badan mereka tidak terkontrol.

BACA: Ini Dia Ciri-ciri Laki-laki Alami Puber Kedua

Obesitas juga terjadi karena faktor ketidaktahuan orangtua akan berat badan yang ideal. Orangtua yang takut anaknya terlihat kurus tentunya memberikan makanan cukup banyak, sehingga anak konsumsi kalori secara berlebihan. Karena kebanyakan orang tua mengganggap bila anaknya memiliki bentuk tubuh yang gempal atau gemuk akan terlihat lucu dan sehat.

Saat ini, anak-anak tidak lagi bermain di lapangan secara aktif bersama dengan teman-temannya dan lebih sering memilih bermain game di rumah dan berselancar melalui internet. Bila anak-anak tersebut tidak diajarkan untuk berolahraga sejak dini. Hal ini akan menyebabkan penumpukan lemak jahat dan memicu terganggunya proses metabolisme dalam tubuh dan juga mengganggu proses kerja hormon di dalam tubuh.

Faktor lainnya yang mempengaruhi terjadinya obesitas adalah riwayat keluarga yang terlebih dahulu mengidap obesitas, obat (steroid, beberapa obat gangguan kejiwaan), stress atas suatu kejadian atau perubahan (perpisahan, perceraian, pindah lingkungan, kematian, pelecehan), serta penyebab berbagai masalah emosional lainnya

Seorang anak laki-laki yang mengalami obesitas dapat terjadi penurunan kadar testosteron yaitu hormon yang diproduksi di testikel dan sering juga disebut sebagai hormon pria. Jika hal tersebut tidak dicegah sejak dini, maka anak-anak tersebut berpotensi menjadi impoten dan kurang subur saat dewasa kelak.

Jadi apakah Anda memiliki anak dengan berat badan berlebihan? Bila iya segeralah mengubah pola makannya. Hindari obesitas pada anak dengan menciptakan pola hidup yang sehat dengan cara, seperti ini:

Pertama, mulai dari mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan diiringi juga oleh olahraga yang rutin.

Kedua, ubahlah kebiasaan makan, mengontrol pola makan serta memilih makanan yang akan dikonsumsi (mengurangi makan makanan berlemak, hindari junk food dan fastfood).

Hindari makan sambil menonton televisi atau di depan computer yang dapat memicu makan berlebihan, selain itu jangan anggap makan seperti "hadiah" saat Anda merasa lelah dan stress justru makan secara berlebihan.

Dengan menerapkan pola hidup sehat ini berat tubuh anak akan terjaga, dan kadar testosteron akan kembali normal.

//

INILAH KEPRIBADIAN CEWEK YANG SUKA GONTA GANTI WARNA RAMBUT

Dikirim oleh Bangka Pos pada 30 Desember 2015
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help