Rahasia Siswi SMK ini Dibongkar 22 Temannya
Ayu Wandira Sesar (17) setiap hari menempuh jarak puluhan kilometer ke SMKN 1 Kelapa Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
PANGKALPINANG, BN -- Ayu Wandira Sesar (17) setiap hari menempuh jarak puluhan kilometer ke SMKN 1 Kelapa Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Berbekal sepeda motor Jupiter MX, siswa kelas 10 Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP) ini menimba ilmu di sekolah kejuruan pertanian petama di Bangka Belitung tersebut.
Penyuka mata pelajaran Biologi ini bercita-cita menjadi seorang dokter. Ia ingin berbakti dan dapat menolong masyarakat yang sakit.
Profil singkat anak pertama pasangan Syainudin dan Darlina ini terungkap saat sesi wawancara pada pelatihan jurnalistik siswa-siswi SMKN 1 Kelapa, Kamis (31/12).
Sebanyak 23 siswa terdiri dari kelas 10, 11 dan 12 belajar jurnalistik bersama nara sumber News Manager Bangka Pos Group Dodi Hendriyanto didampingi Manajer Sirkulasi Aditiawarman.
Lebih dari tiga jam, para siswa ini belajar menulis berita dan seluk beluk jurnalistik.
"Saya berharap melalui pelatihan ini, para siswa kami ini mau dan mampu menulis berita. Selain bisa menjadi pelopor informasi dari SMKN 1 Kelapa, belajar jurnalistik ini juga penting untuk para siswa ketika menulis laporan nanti," ujar Ir Zaryati, Kepala SMKN 1 Kelapa, saat membuka Pelatihan Jurnalistik di ruang Kelas 10 Multimedia SMKN 1 Kelapa Kabupaten Bangka Barat.
Menurut Zaryati, pelatihan jurnalistik dan menulis ini sudah menjadi program SMKN 1 Kelapa.
Selama ini menurut alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut banyak prestasi sekolah yang sudah diraih selama 16 tahun.
Namun karena kurang publikasi, membuat prestasi selama ini tidak diketahui oleh masyarakat secara luas.
"Kita berharap melalui jurnalistik ini nantinya semua aktivitas SMKN1 Kelapa ini bisa diketahui masyarakat.Harapannya kebaikan yang telah kita peroleh bisa memberikan kebanggaan bagi siswa, guru bahkan Kabupaten Bangka Barat ini," harap Zaryati.
Pelatihan jurnalistik dimulai sekitar pukul 09.15 WIB.
Para peserta mendapatkan pelatihan dasar-dasar jurnalistik, teknik wawancara hingga praktek membuat berita.
"Membuat berita itu mudah, asal ada keinginan. Semua yang ada di lingkungan sekolah ini bisa menjadi bahan dan sumber berita. Tetapi usahakan berita yang akan diterbitkan memenuhi unsur aktual, faktual, penting dan menarik," jelas Dodi Hendriyanto.
Saat praktik wawancara, seluruh siswa peserta jurnalistik terliat antusias.