Penyakit Darah Tinggi Intai Nelayan Babel

Hipertensi atau tekanan darah tinggi menduduki peringkat pertama penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Kota Pangkalpinang.

Penyakit Darah Tinggi Intai Nelayan Babel
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Aktivitas nelayan usai melaut di Pelabuhan Jelitik Sungailiat Kabupaten Bangka, Minggu (20/12/2015). 

PANGKALPINANG, BN --Hipertensi atau tekanan darah tinggi menduduki peringkat pertama penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Kota Pangkalpinang.

Peringkat kedua ditempati inpeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Masyarakat di Pangkalpinang kebanyakan menderita hipertensi dan untuk di Bangka Belitung hipertensi lebih dominan," ujar Kepala Dinas Kota Pangkalpinang, dr Syahrizal, pekan lalu.

Dikatakan Syahrizal, penderita hipertensi tersebut di antaranya masyarakat nelayan. Yang menjadi pertanyaan apakah hipertensi yang diderita nelayan itu disebabkan air laut yang mengandung garam?

"Berkenaan dengan ini, tentunya akan dilakukan penelitian lebih lanjut," ujar Syahrizal.

Menurutnya, yang menjadi kekhawatiran saat ini adalah penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Hal itu menyusul terjadinya perubahan musim dari kemarau ke musim hujan.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang meningkatkan kinerja kelompok kerja penanggulangan DBD di kelurahan-kelurahan di ibu kota Provinsi Bangka Belitung tersebut.

"Kelompok kerja sudah dibentuk di kelurahan-kelurahan. Maka saya selaku Kepala Dinas Kesehatan Pangkalpinang menindaklanjuti surat dari gubernur dan wali kota hingga ke kecamatan untuk kewaspadaan dini," katanya.

Dia menyebut, pada tahun 2015 tidak ada penderita DBD di Pangkalpinang yang meninggal dunia.

Lebih lanjut Syahrizal mengatakan, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti itu dapat dicegah dengan membersihkan lingkungan, dan sering menguras bak mandi.

Selain itu, mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk. (rya)

Editor: Dody
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help