Jalan-jalan ke Beltim, Batik De Simpor Cocok Oleh-oleh

Wisatawan yang berlibur ke Belitung mungkin bisa menjadikan batik sebagai alternatif buah tangan untuk keluarga atau kolega.

Jalan-jalan ke Beltim, Batik De Simpor Cocok Oleh-oleh
POSBELITUNG/DEDY Q
Pengunjung sedang melihat batik De Simpor di galeri yang terletak di kawasan wisata Replika SD Laskar Pelangi, Selasa (5/1/2015). 

Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG- Wisatawan yang berlibur ke Belitung mungkin bisa menjadikan batik sebagai alternatif buah tangan untuk keluarga atau kolega.

Satu diantaranya yang mulai eksis adalah batik hasil produksi ibu PKK Beltim, Batik De Simpor.

Ketua Sanggar Batik De Simpor Ira Afrliana mengatakan, Sanggar Batik De Simpor telah berdiri sejak 5 Oktober 2012. Pendiriannya berawal dari program kerja tim penggerak PKK Kabupaten Beltim Pokja 2 berupa latihan membatik.

Dalam perjalanannya, Batik De Simpor menunjukkan perkembangan positif.

"Seiring dengan pembangunan pariwisata Beltim, akhirnya mulai menunjukkan hasil yang cukup bagus. Produksinya saat ini rata-rata 70 batik per hari," ucap Ira kepada Pos Belitung, Selasa (5/1/2016).

Saat ini, Sanggar Batik De Simpor memproduksi tiga jenis batik yaitu batik cap, batik tulis, dan batik kombinasi cap dan tulis. Harganya pun variatif mulai dari Rp 150 ribu.

Semua produksi Sanggar Batik De Simpor ini bisa didapatkan di Gerai Batik De Simpor di kawasan Replika SD Laskar Pelangi.

"Saat ini hasil produksinya bisa didapatkan di galeri ini," ucap Ira.

Kawasan wisata Replika SD Laskar Pelangi adalah tempat baru Sanggar Batik De Simpor. Sejak 28 Desember 2015 lalu, produksi dan penjualan batik khas Beltim besutan ibu-ibu PKK Beltim ini tak lagi di tempatnya yang lama, yakni Jalan KA Bujang Nomor 22, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung.

Ketua Sanggar Batik De Simpor Ira Afriliana mengatakan, selain galeri batik jadi, rencananya Sanggar Batik De Simpor juga akan menempatkan rumah produksi batik mereka di kawasan yang kerap dikunjungi wisatawan ini.

"Jadi gerainya di sini, produksinya di sini, workshopnya juga disini," ujar Ira kepada Pos Belitung.

"Kami terbuka. Wisatawan pengunjung replika SD Laskar Pelangi bisa belajar di sini nantinya," ucap Ira lagi.

Ira berharap keberadaan Sanggar Batik De Simpor bisa menunjang pembangunan pariwisata di Kabupaten Belitung Timur. Dia juga berharap kemajuan dunia batik khas Belitung Timur.

"kami berharap ini bisa lebih membuka lapangan pekerjaan. Manampung kreasi ibu-ibu di Belitung Timur, inovasi, dan kami berharap bisa mendukung pariwisata Belitung Timur," kata dia.

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved