Pantai Tikus Masuk Hutan Lindung

Dalam SK 798 itu dinyatakan, Pantai Tikus merupakan bagian dari hutan lindung (HL) Bukit Rebo Sungailiat Bangka.

Pantai Tikus Masuk Hutan Lindung
BANGKAPOS.COM/DEDDY MARJAYA
Ilustrasi: Perairan Pantai Tikus

"Kalau untuk masyarakat kita sebenarnya ada program atau pola hutan kemasyarakatan, hutan desa. Itu bila memanfaatkan kawasan hutan, itu melalui ixin,yang namanya izin hutan kemasyarakatan atau pun kalau nanti dikelola oleh desa itu namanya hutan desa. Sehingga itu diajukan saja kalau memang serius mau mengelola kawasan secara benar," katanya.

Dijelaskan Hendar, sejak terbitnya Peta Kemenhut SK Nomor 798, maka peta Kemenhut sebelumnya, SK Nomor 357, tak jadi patokan lagi.

"Yang jelas untuk kawasan Pantai Tikus, kalau kami patokannya pada peta yang dikeluarkan Kementrian Kehutanan. Sekarang peta yang terakhir yang diberlakukan, SK Nomor 798 Tahun 2012. Dan di peta itu (Pantai Tikus) masih menunjukan hutan lindung. Peta 357 sudah diganti dengan peta 798, yang berlaku sekarang ini," jelasnya.

Dia menambahkan, ada kebijakan dari Kementerian Kehutanan yang mengupas soal hutan kemasyarakatan (HKM), hutan tanaman rakyat (HTR), hutan desa (HD).

Kebijakan ini bahkan sudah ada sejak Tahun 2007.

"Sudah ada PP-nya (peraturan pemerintah). Itu sudah diamanatkan untuk pemanfaatan kawasan hutan, terutama bagi masyarakat. Itu bisa melalui prosedur, mekanisme seperti itu, sesuai PP-nya, sebagai penjabaran dari Undang-Undang Kehutanan," katanya.

Pada kesempatan yang sama Hendar memastikan, tidak semua kawasan pantai di Sungailiat berstatus hutan lindung.

Ada sekian hektare kawasan pantai di Sungailiat yang ditetatkan sebagai hutan produksi konversi (HPK).

"Misalnya kawasan Pantai Matras Sungailiat, itu statusnya Hutan Produksi Konversi (HPK). HPK itu adalah kawasan hutan yang diperuntukan untuk kegiatan nonkehutanan," kata Hendar.

Selain itu ada kawasan pantai di Sungailiat yang berstatus area penggunaan lainnya (APL).

Di kawasan APL, proses perijinan surat atau sertifikat kepemilikannya lebih gampang karena tidak termasuk hutan terlarang. (fly)

Editor: Dody
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved