Rombongan Sedekah dan Baznas Siap Bantu Balita Gangguan Hati

Komunitas Rombongan Sedekah dan Baznas Babel menyatakan siap membantu Raffa Ahmad, balita 3 tahun yang mengidap alagille syndrome

Rombongan Sedekah dan Baznas Siap Bantu Balita Gangguan Hati
bangkapos.com/Khamelia
Raffa digendong sang ayah. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Komunitas Rombongan Sedekah dan Baznas Babel menyatakan siap membantu Raffa Ahmad, balita tiga tahun yang mengidap alagille syndrome atau penyakit kelainan fungsi hati.

Relawan Rombongan Sedekah, Yahya Kurniawan menuturkan rombongan sedekah siap membantu.

"InsyaAllah kita bantu sama-sama keroyokan biar bisa segera dioperasi," ujar Yahya Kurniawan yang akrab disapa Yoyok usai berjumpa Raffa yang datang ke Pangkalpinang untuk mengharapkan bantuan dermawan.

Putra pasangan Hazir dan Siti Amiza ini merupakan warga Nangka RT 09 Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan.

Semestinya saat ini Raffa harus dirawat di RSCM Jakarta, namun apa boleh buat karena orangtuanya kehabisan uang untuk biaya hidup di sana terpaksa bocah ini dibawa pulang ke rumah.

Kehabisan cara untuk mencari dana, Hazir sang ayah mengaku terpaksa pergi ke Pangkalpinang meski tak tahu jalan di kota ini untuk mencari informasi bantuan.

"Saya, istri dan Raffa pergi ke radio prima, kemudian kami disarankan ke bangka pos, nah alhamdulillah dari sini ada terbuka jalan," ujar pria yang keseharian bekerja sebagai buruh kebun.

Usai bertemu relawan Rombongan Sedekah, warga Toboali ini berkunjung ke Baznas Babel yang berlokasi di Jalan KH Abdurrahman Sidiq. Di sana mereka diterima sangat baik, dan pihak Baznas melalui ketuanya H Sofyan Tsauri menyatakan akan membantu.

"Prinsipnya jika ada orang yang datang minta bantuan,Insyaallah kita bantu," ujarnya.

Siti Amiza mengatakan, putra tercintanya didiagnosa dokter menderita penyakit alagille syndrome positif, yaitu penyakit yang sangat langka, yakni kelainan kromosom sifat sel.

Penyakit ini menyerang berbagai organ tubuh vital, mulai dari fungsi hati, jantung dan ginjal secara bersamaan. Penderita penyakit ini akan menderita kelainan di beberapa organ khususnya hati.

Jumlahnya aliran empedu sangat minim hingga mengakibatkan aliran terhambat ke kantong empedu dan berbalik ke belakang dan menimbulkan kerusakan sel hati.

"Menurut dokter Raffa bisa bertahan asalkan kondisi tubuhnya baik, tubuhnya hanya bisa menyerap nutrisi dari susu khusus peptamen, tapi susu itu cukup mahal Rp 250 ribu per 400 gram, sedangkan ayahnya seminggu cuma dapat uang Rp 140 ribu dari ngaret, itu pun cukup buat makan," tutur perempuan berkerudung ini menahan sedih.

Penulis: khamelia
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved