Pembaca Meteran PDAM Main Tebak-Tebakan Akan Dipecat

Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir mulai fokus menangani PDAM di cabang-cabang.

Pembaca Meteran PDAM Main Tebak-Tebakan Akan Dipecat
IST
Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir, Sabtu (16/1/2016) melakukan cek ke meteran PDAM di rumah karyawan PDAM Cabang Belinyu. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Untuk membenahi PDAM Tirta Bangka agar lebih profesional dalam bekerja, saat ini Direktur PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir mulai fokus menangani PDAM di cabang-cabang.

"Selama 1,5 tahun ini tahun 2016 ini mulai fokus ke kantor kantor-cabang.
Biar yang di teknik di Sungailiat nanti tugas kabag teknik dan manajeman tugas kabag keuangan. Saya akan memantau dan memenej. Karena saya lihat di Sungailiat para kepala sub bagian (kasubag) sudah paham dan menjalankan tupoksinya," jelas Welindra, Minggu (17/1/2016) kepada bangkapos.com.

Menurutnya, sudah hampir setiap hari dia memantau cabang PDAM di Merawang maupun Belinyu untuk melakukan pembinaan dan pengawasan kerja serta menyakinkan para pelanggan PDAM agar pelangan tahu keluhan yang dialami bisa langsung ditanganinya. "Pelanggan Sungailiat, Belinyu dan Merawang punya hak dan kewajiban yang sama serta pemberlakukan dalam pelayanan yang sama," jelas Welindra.

Pada saat melakukan croscek ke rumah-rumah, pelanggan di Belinyu dia juga melakukan croscek ke rumah karyawan di PDAM Cabang Belinyu.

"Saya periksa satu-persatu karena kalau rumah karyawan harus sama dengan pelanggan. Bahkan jadi contoh jangan malah ngasih contoh cerita lagi sama pelanggan bangga kok kasih keluarga dengan air hasil pencurian. Padahal tubuh kita 70 persen terdiri dari air. Kalau dikasih air yang haram tubuh kita juga suram wajah kita saja burem enggak cerah sakit sakitan lagi," ingat Welindra.

Selain itu dia juga membenahi kinerja pembaca meteran. Untuk di Sungailiat pembaca meteran sudah diganti semua. Sedangkan untuk PDAM Belinyu dan Merawang baru diganti karena ada pembaca meteran yang lama sudah kerja tahunan tetapi masih setengah hati. "Masih sering melakukan kesalahan fatal salah pencatatan," sesalnya.

Bahkan lanjutnya, ada catatan meterannya yang membaca angka meteran air PDAM dari rumah.

"Itu namanya angka meter ditebak-tebak. Saya ini lama jadi petugas baca meteran. Setelah ada petugas pembaca meteran di PDAM Merawang saya pecat baru mereka tersentak dan berbenah khususnya di kantor pelayanan cabang," kata Wellindra.

Untuk itu ia mulai menempatkan orang-orang pembaca meteran yang betul-betul mau kerja independen.

"Saya perintahkan catat angka apa adanya karena saya butuh angka akurat untuk angka awal dalam sistim e biling ini," tegasnya.

Penulis: nurhayati
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help