Pasien Terduga DBD di Belitung Meningkat Drastis

RSUD dr Marsidi Judono Belitung mencatat 59 pasien terlaporkan kewaspadaan dini Demam Berdarah Dangue (DBD).

Pasien Terduga DBD di Belitung Meningkat Drastis
Posbelitung.com/Dede Suhendar
Direktur RSUD dr Marsidi Judono Belitung, dr Hendra SpAn. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - RSUD dr Marsidi Judono Belitung mencatat sebanyak 59 pasien terlaporkan kewaspadaan dini Demam Berdarah Dangue (DBD). Jumlah tersebut terhitung mulai 1 sampai 18 Januari 2016.

Direktur RSUD dr Marsidi Judono Belitung, dr Hendra SpAn mengatakan jumlah pasien terduga DBD meningkat jika dibandingkan Desember 2015 lalu. Kata dia, bulan lalu, tercatat 64 pasien terduga DBD.

"Memang meningkat, karena dipengaruhi musim hujan. Nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus DBD ini kan berkembang biak di genangan air bersih," ujarnya saat ditemui posbelitung.com, Selasa (19/1/2016).

Hendra menjelaskan DBD merupakan penyakit unik. Dikarenakan masa kritis pasien justru pada saat kondisi panas menurun di hari keenam paska demam. Sehingga banyak masyarakat salah mengartikan kondisinya.

"Biasanya dari hari pertama sampai lima pasien akan demam tinggi, lalu hari keenam dan tujuh kondisinya turun drastis. Ini lah kondisi syock yang disebut fase kritis," ungkapnya.

Pantauan media ini, Ruang Kenanga, RSUD terlihat sepi. Hanya terdapat dua pasien anak yang terlapor kewaspadaan DBD.

"Baru masuk tadi pagi, masih nunggu hasil cek darah," ujar seorang perawat.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: fitriadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help